Dugaan Korupsi PPK-IPM Dede Disinyalir Coba Suap Kejati

3 February 2012 20:17 WIB
 
0
1119

Bandung – Asisten Pembangunan pada Sekretariat daerah Kabupaten Sumedang, Dede Hermasah, disinyalir mencoba menyuap Jaksa, melalui seorang oknum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), inisial A, terkait adanya dugaan korupsi PPK-IPM, yang saat ini, sedang diproses Kejaksaan Tinggi Jawa Barat. Usaha sogokan yang dilakukan Dede itu, diduga upaya melemahkan aparat penegak hukum Kejati, melalui oknum LSM itu, sehingga Dede bisa lepas dari jeratan hukum, yang saat itu menjabat sebagai Ketua Harian program PPK-IPM.

Menurut informasi di Kejati Jabar,  bahwa oknum itu pada awalnya minta uang Rp 300 juta, kepada Dede Hermasah, dengan rincian, untuk Kejati Rp 200 juta, dan untuk  LSM sendiri, Rp 100 juta.  Namun Dede, seminggu yang lalu,  baru bisa mentransfer kepada oknum tersebut, sebesar Rp 50 juta, hasil patungan dari empat orang, ungkapnya.

“Memang betul oknum itu mau mencoba menyuap Kejati, dengan uang sebesar Rp 200 juta, namun ditolak mentah-mentah dan hingga kini oknum LSM itu, tidak berani datang lagi ke Kejati. Sedangkan Kejati, dalam hal ini tidak akan main main. Lihat saja nanti perkembangannya,” Kata Kasi Dik Kejati Jabar, Iwan Catur, saat ditemui Korsum di ruang kerjanya, Jumat (27/1), seraya menyebutkan bahwa oknum itu sudah dipecat dari anggota LSM-nya.

Dalam kasus ini, lanjutnya, Jangan pernah sudah merasa aman, sebab semua yang terkait,  berpotensi dapat menjadi tersangka.”Bahkan tidak lama lagi, Kejati akan mengeluarkan Sprint Dik Umum, karena selama proses penyelidikan, sudah menemukan beberapa point penting, yang dapat disimpulkan adanya unsur perbuatan melawan hukum. Sehingga terindikasi terjadinya kerugian negara,” tegas Iwan, yang mengaku sudah mengetahui adanya uang transfer  sebesar Rp 50 juta, kepada oknum LSM.

Pihak Kejati, kata Iwan, tidak lama lagi akan segera meminta Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), untuk  menghitung atas kerugian negara tersebut, sehingga kasus itu, secepatnya akan dinaikkan statusnya. “Nama saya, sering dicatut oleh para oknum untuk mencari keuntungan pribadi, dan itu sudah menjadi resiko saya, namun yang pasti dalam dugaan korupsi PPK-IPM ini, pihak kejati sudah mengantongi nama para calon tersangka, yang saat ini belum bisa disampaikan,“ tutur Iwan.

Ditemui Korsum secara terpisah, Dede Hermasah, Jumat (27/1), di ruang kerjanya,  mengakui bahwa pihaknya telah mentransfer uang sebesar Rp 50 juta, ke salah seorang anggota LSM Penjara inisial A, namun yang melaksanakan transfer tersebut oleh Heryadimaja, pada minggu lalu. Sedangkan permintaan uang tersebut, tiada lain untuk menyelesaikan masalah di Kejati Jabar, namun hal itu diakui Dede, ternyata gagal.

Dede juga mengakui, adanya permintaan uang Rp 300 juta, dengan peruntukan Rp 200 juta untuk Kejati, dan Rp 100 juta untuk LSM Penjara. “Yang melakukan upaya suap itu, bukan dari saya, namun atas kesepakatan tim, sementara uang itu hasil patungan dari tim itu sendiri, yakni H, H.S, Ad, dan saya sendiri, “tutur Dede seraya menyebutkan bahwa oknum LSM itu, sudah dikeluarkan dari lembaganya.**[yf saefudin|Liman/Korsum]