Dua perajin senpi Cipacing ditangkap Polisi, ini tanggapan Anggota DPRD Sumedang

20 October 2016 10:30 WIB
 
2
Ilustrasi
ISTIMEWA
Ilustrasi

SUMEDANGONLINE: Terkait ditangkapnya dua orang perajin senjata api rakitan di kawasan Cipacing, Sumedang, oleh pihak kepolisian. Anggota DPRD Sumedang, Dudi Supardi, memberi tanggapan terkait hal itu. Dia menyebutkan sangat sulit untuk melakukan pemberantasan bisnis senjata api tersebut, karena para perajin masih tergiur dengan nilai rupiah yang menggiurkan.
“Susah diberantasnya gak kapok-kapok, soalnya harga menggiurkan lebih menguntungkan dari jual senapan angin,” kata Dudi Supardi, saat dikonfirmasi.
Meski demikian, politisi Partai Amanat Nasional itu punya solusi, agar para perajin tetap bisa diberdayakan, yakni dengan melakukan kerjasama dengan Pindad. Usulan tersebut, kata dia, sudah pernah disampaikan pihaknya saat seminar bersama para perajin Cipacing di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Barat.
“Dulu di Disperindag Provinsi Jawa Barat, saya pernah mengusulkan supaya para pembuat kerajinan senapan bekerjasama dengan Pindad supaya bisa dikendalikan,” tambahnya.
Sosialisasi berkaitan dengan dampak buruk dan bisa terjerat kasus hukum jika memproduksi senjata api ilegal, sebenarnya sebut Dudi, sudah kerap kali dilakukan. Salahsatunya saat seminar di Disperindag Provinsi Jawa Barat yang dihadiri langsung para perajin senapan dari Cipacing.
“Tinggal diperkuat kerjasamanya (dengan Pindad). Misal perajin membuat beberapa bagian dari sparepart senjata saja. Yang penting mereka terberdayakan dan terawasi,” imbuhnya.
Seperti diketahui, dua perajin senjata api rakitan asal Desa Cipacing, ditangkap jajaran kepolisian Resort Kota Besar Bandung di rumahnya, Selasa (18/10) malam. Kedua tersangka AB dan MN diduga menjual senpi jenis revolver, FN serta laras panjang ke luar Pulau Jawa dengan harga Rp 8-20 juta perpucuk.
Kapolrestabes Bandung Kombes Winarto mengungkapkan, terungkapnya kasus memperjualbelilkan senjata rakitan ilegal, berawal dari laporan petugas kargo Bandara Husen Bandung Selasa subuh pukul 04.00 terhadap paket barang yang dinilai mencurigakan.
Setelah diperiksa ternyata berisi senjata api.
“Kami membuka bungkusan dan ternyata belasan pucuk senpi,” aku Kapolrestabes Bandung, Rabu sore. ***

2 COMMENTS