Dony: LGBT, Cegah Obati, Tolak!

31 January 2018 00:31 WIB
 
0
Anggota DPR/MPRI RI Dony Ahmad Munir
Anggota DPR/MPRI RI Dony Ahmad Munir

Jadi Jutawan Cuma Modal Nulis

SUMEDANG – Anggota DPR RI Komisi X menyebutkan lesbian, gay, bisexsual dan transgender di kabupaten Sumedang sudah sangat menghawatirkan. Bahkan ditelusuri di media sosial seperti facebook, misalnya. Tidak sedikit dalam menu pencarian LGBT Sumedang, banyak terdapat grup grup yang menggunakan nama Sumedang.

Menyikapi fenomena itu, bakal calon bupati Sumedang dari gabungan PPP dan Demokrat ini menyebutkan perlu adanya pencegahan segera. ”LGBT di Sumedang memang sudah cukup memprihatinkan. Oleh karena itu, sangat penting untuk dicegah penyebarannya. Obati pelaku yang sudah terjangkit “penyakit” ini, serta tolak perilakunya beroperasi di wilayah Sumedang,” kata Dony dalam siaran pers yang diterima redaksi Sumedang Online (www.sumedangonline.com).

Wakil rakyat Daerah Pemilihan (Dapil) Sumedang, Majalengka dan Subang itu menyarakan agar masyarakat peduli membentengi pendidikan dan prilaku atau akhlak mulai dari rumah, lingkungan, maupun masyarakat agar budaya dan “penyakit” ini tidak menyebar. ”LGBT atau Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender adalah “penyakit” yang berbahaya,” tandasnya.

Meski demikian kata dia, kita tidak boleh menolak orangnya. ”Tapi jangan tolak orangnya. Karena mereka sebenarnya adalah manusia biasa, tidak ubahnya seperti kebanyakan yang lain, hanya saja butuh perhatian, pengobatan, agar kembali normal,” sarannya.

Terkait dengan adanya penyebaran spanduk dari ormas dan masyarakat Sumedang, yang menolak keberadaan LGBT di Sumedang, Dony sangat setuju. ”Penting bagi pemerintah dan dewan untuk segera bersikap, atas kepedulian masyarakat ini,” sambungnya.

Melalui siaran pers yang diterima redaksi, Dony sangat berharap kondisi Sumedang tetap kondusif, menyelesaikan masalah dilakukan secara arif, musyawarah untuk mencapai kebaikan yang berkeadilan, kepedulian yang beradab, serta perhatian yang membumi.

”Mohon doa restunya sekarang pun sedang dibahas RUU KUHP di DPR di mana di dalamnya mayoritas fraksi-fraksi menolak LGBT dan akan memasukan LGBT termasuk mempromosikannya sebagai tindakan yang dapat dipidanakan,” tutupnya. ***