Ditinggal Suami, Ida Ditemukan Membusuk

27 March 2013 15:57 WIB
 
0
1164

CISITU – Ida alias Kimik bin Udin (60), ditemukan sudah tak bernyawa di kediamannya. Penemuan Ida yang sudah menjadi mayat dan membusuk membuat geger warga di Dusun Bakom, Desa Linggajaya, Kecamatan Cisitu, Kabupaten Sumedang, Selasa (26/3).

Proses otopsi luar
Proses otopsi luar

Keterangan di himpun wartawan Sumeks dari lokasi kejadian. Penemuan mayat itu bermula dari kecurigaan warga karena mencium bau busuk di sekitar rumah korba, sejak Dua hari lalu, namun warga baru memberanikan diri mengendus asal-usul bau tersebut Selasa, pagi.

“Sebenarnya aroma busuk udah tercium dari hari minggu juga, hanya saja saya kira itu dari bangkai hewan yang mati, dan bau busuk semakin menyengat, setelah ditelusuri bau itu berasal dari dalam rumah Kimik (ida), lalu saya menyusul anaknya yang sedang berada di sawah,” ungkap seorang warga kepada Sumeks.

Anak korban setelah datang ke rumah korban, langsung mendobrak pintu belakang, dan menemukan ibunya telah terbujur kaku di atas ranjang. Posisi terlentang, dan kaki kanannya terjuntai ke bawah ranjang. Sementara kondisi tubuhnya sudah membusuk, bengkak, dan dipenuhi belatung.

Mendapati kejadian itu warga melapor ke kepolisian, mereka merasa khawatir ada yang melakukan tindak kejahatan pada korban. Apalagi, menurut tetangganya, Ida tinggal sendirian, suaminya seorang pensiunan saat ini sedang pergi ke Jambi sejak  Tiga bulan lalu, sedang ke Dua anaknya tak tinggal bersama Ida.

Ida sendiri, kata sumber Sumeks, jarang bergaul dengan tetangganya, hingga warga tak curiga selama Lima hari kebelakang tidak berjumpa dengannya. “Ibu Ida itu jarang bergaul dengan tetangga, sehingga kami tidak tahu kalau sebenarnya dia tidak keluar itu kerena sudah meninggal” ungkap salah seorang warga yang ada di lokasi.

Berdasarkan hasil identifikasi yang dilakukan KAUR BINOP Reserse Polres Sumedang, menerangkan bahwa Ida murni meninggalkarena penyakit yang dideritanya, yakni Hipertensi, “setelah melakukan olah TKP yang dimulai dari jam 10.00 pagi, diadakannya pengecekan fisik luar dan segala macam, tidak ada unsur kekerasan. Harta juga masih lengkap, dan perhiasan yang dikenakan masih ada, jadi murni karena sakit. Mingu-minggu lalu Ibu Ida sering melakukan pemeriksaan ke Puskesmas Cisitu”, ungkap IPTU Pandu Winata.

Simpulan meninggalnya Ida diperkuat hasil dan data-data yang diperoleh Sumeks dari pihak Puskesmas, “korban sering melakukan pemeriksaan ke Puskesmas terkait dengan Hipertensi yang diderita olehnya, untuk tahun 2013 saja Ida sudah melakukan pemeriksaan sebanyak lima kali. Ada pun tensi darah Ibu Ida ialah 160/90. Jadi dapat disimpulkan bahwa Ibu Ida meninggal karena darah tinggi, berdasarkan rekap medis yang ada di Puskesmas” ungkap dr. Ratih, tim identifikasi dari Puskesmas Cisitu, kepada Sumeks.

Keluarga menolak diadakannya otopsi oleh kepolisian, dan sudah menganggap ini sebagai musibah, dan keluarga pun telah menyatakan menerima meninggalnya Ida dikarenakan Hipertensi yang diderita olehnya, bukan karena adanya tindak kriminal/pencurian.(cr1)