DITEROR, KETUA FPML MALAH LEBIH VOKAL

13 June 2011 06:59 WIB
 
0

TEROR : Ketua FPML menunjukan bekas aksi pelemparan batu ke kaca rumahnya. Foto:Igun

CISITU – Ketua Forum Peduli Masyarakat Linggajaya (FPML), Ano Sutarna, mengaku merasa diteror oleh pihak – pihak yang tidak bertanggung jawab. Ia menilai teror tersebut berkaitan dengan kiprahnya di FPML yang vokal menolak relokasi 503 KK warga Cinangsi ke wilah blok Cipangrumasan, Desa Linggajaya, Kecamatan Cisitu.

“teror terjadi pada malam sebelum kami melakukan unjukrasa, dengan melakukan pelemparan ke kaca depan ruang tamu dengan batu” ungkapnya, sambil memperlihatkan kaca bagian depan ruang tamunya yang pecah hampir setengah bagian, hingga Minggu (12/06) kemarin saat sumedangonline menyambangi rumahnya, kaca tersebut belum diganti.

Kejadian serupa terjadi pada rumah bendahara FPML, Agus Wawan Darmawan SE, meski teror mewaranai perjalanan perjuangannya untuk membela masyarakat Linggajaya, Ano dan kawan – kawan di FMPL mengaku tidak gentar, bahkan ia mengatakan surat yang dilayangkan ke Pemerintah Pusat melalui kementerian sosial mulai mendapat tanggapan.

“DPR-RI Komisi 8, bpmvb, dan kementerian sosial rencanya besok (hari ini, red.) akan meninjau langsung lokasi Cipangrumasan” ungkap mantan Kepala Desa Linggajaya ini, yang beberapa waktu lalu melayangkan surat ke kementerian sosial dan kementerian perumahan rakyat, dengan tembusan DPR-RI, KPK, POLRI dan HAM.

Ketika ditanya kenapa melayangkan surat ke-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ano menilai ada indikasi kepentingan kepala Desa untuk meloloskan proyek tersebut, padahal menurut pendapatnya, seharusnya kepala Desa Linggajaya, Asep Yaya Sunarya, menggunakan tanah kas desa untuk kepentingan umum seharusnya melalui prosedur yang berlaku.