Disoal, Gaji RT dari Raskin

15 October 2012 10:44 WIB
 
0
Ilustrasi

CISITU – Ketua RT 01, RW 05, Dusun Ramoseh, Desa Linggajaya, Kecamatan Cisitu, Ade (40), mengaku keberatan jika gaji untuk RT, RW dan Hansip (Linmas) diambil dari keuntungan penjualan beras miskin (Raskin) di desanya senilai Rp 2.500 per-kilogram.

“Raskin itu di sini dijual Rp 2.500 ke masyarakatnya, sementara dari desanya itu Rp 2 ribu. Yang sisa Rp 500-nya itu katanya diperuntukan untuk upah RT, RW dan Hansip. Kalau prinsipnya begitu berarti kami digaji oleh rakyat miskin, makanya saya menolak keras, dan lebih memilih mengundurkan diri jadi RT,” ujar Ade di kediamannya, Minggu (14/10).

Selain itu Ade pun mempersoalkan aturan baru di mana jika rakyat miskin akan mengambil raskin harus membawa KTP lalu KTP tersebut di photocopy. Ade menghawatirkan photocopy KTP tersebut akan disalahgunakan Kades, apalagi saat ini berkaitan dengan pemilihan kepala daerah Sumedang, di mana dukungan untuk calon perseorangan memerlukan jumlah KTP yang banyak.

Hal senada dikatakan Andi Suhandi (56), tokoh masyarakat warga setempat. Andi bahkan menyebutkan dengan nilai jual Rp 2.500 sebenarnya warganya sudah merasa keberatan, ia menilai dengan dijual Rp 2 ribu saja, desa sudah dapat memiliki keuntungan sebesar Rp 400. “Tapi kalau seperti desa lain, seperti Desa Ranjeng, jika ada kelebihan itu untuk menutupi rakyat miskin yang tak mampu, kami akan menerimanya,” jelas Andi.

PROMO CONTENT
loading...