Didi, Korban Tabrak Lari Hingga Tewas

20 July 2011 07:30 WIB
 
0

Pilkada Serentak 2018

Didi Alm, Korban Tabrak Lari dibawa ke pemakaman umum keluarga. Foto:igun gunawan

JATINUNGGAL – Malang nian penjual Warung Nasi “Karikop” di Jalan raya Tarikolot nomor 45, Didi Sutardi (55) warga RT 04 RW 01 Dusun Sukamaju Desa Tarikolot Kecamatan Jatinunggal itu, tewas mengenaskan setelah ditabrak lari seorang pengedara motor di betulan blok racak Jalan Raya Wado-Kirisik, Senin (18/07) sekira pukul 21.20 WIB.

Korban tewas sekira pukul 06.30 WIB, Selasa (19/07) kemarin di RSUD Sumedang. Meninggalkan 3 orang putra Dede, Ai dan Yayat serta seorang istri Yuyun.

Sumber sumedangonline di Tempat Kejadian Perkara (TKP), menyebutkan korban kali pertama ditemuka Ence dan Wawan dalam keadaan bersimbah darah. Bahkan sewaktu ditemukan banyak yang menduga, orang yang terkapar di jalan itu, yang sakalor, karena lokasinya gelap dan disekitaran rumah hantu, namun setelah disoroti dengan cahaya battere, mereka pun terkejut.

“Saya melihat dari kepalanya itu terus keluar darah, mungkin karena otak kecilnya kena,” kata Doing (35) saksi mata yang turut ke TKP malam itu.

Dikatakan Doing, menurut keterangan keluarganya, malam itu korban akan pulang setelah berkunjung dari Sekretaris Desa Jatinunggal dengan berjalan kaki mengenakan sandal jepit, namun naas begitu sampai dilokasi kejadian, dari arah Kirisik-Wado, datang pengendara motor yang melaju dengan kecepatan tinggi, hingga motor itu diduga menabrak korban yang sedang berjalan.

“Waktu itu, pedagang warung di sana mengira suara keras itu datang dari suara rolling dor yang ditutup,” kata Doing.

Korban yang masih bernafas tersebut segera dilarikan dengan menggunakan mobil Polsek Jatinunggal  ke Puskesmas Kecamatan Darmaraja sekira pukul 22.00.

Mobil ranger oge nepi ka di kumbah sababaraha kali soalna pinuh ku getih,” ungkap Aan anggota Polsek Jatinunggal.

Dikatakannya, dari hasil olah TKP polsek Jatinunggal menemukan bekas goresan step, dan sandal jepit yang kemudian diketahui milik korban.

“Malam itu juga polisi langsung menyisir ke dokter, tukang urut dan bengkel barang kali ada motor yang ruksak atau ada yang minta diurut, karena saya yakin orangnya minimalnya pasti lecet-lecet,” paparnya.

Sayangnya hingga semalam, penabrak lari tersebut belum berhasil ditemukan, namun kuat dugaan pelaku masih warga sekitar, karena setelah kejadian ada seseorang yang mendorong motor.

Keluarga korban mengalami shock berat, bahkan menurut beberapa sumber istri korban sempat marah-marah mengeluarkan emosinya, apalagi menurut sumber itu, istri korban tidak sempat mengantar ke RSUD.

“Pa Didi itu orangnya ramah kalau berjualan itu pokonya baik, dan menjadi langganan para pegawai di sini, makanya banyak yang melayat kebanyakan dari pegawai negeri Sipil dan perangkat Desa dan Kecamatan karena mereka langganan pa Didi,” ungkap Ucu warga Tarikolot.

Sementara itu Ponakan korban, Dede Sukaedi, mengharapkan pelaku tabrak lari segera ditemukan.

“Saya yakin polisi dapat menemukan segera pelakunya, masa teroris saja cepet dapat terungkap, yang beginian tidak bisa,” ungkapnya.(igun gunawan)