DI KABUPATEN SUMEDANG, 12 LEASING TAK BERIZIN

11 June 2011 09:44 WIB
 
0

Pilkada Serentak 2018

TIDAK TAHU: BPMPP TIDAK TAHU ADA 12 LEASING BEROPERASI TANPA IZIN. FOTO:Iwan/SumedangOnline

KOTA – Ketua Umum LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI), Toni, mengharapkan sejumlah Leasing dan Finance yang belum mengantongi izin atau surat izinnya dalam proses untuk menutup usahanya, hal itu disampaikannya dalam silaturahmi di aula Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumedang, yang dihadiri Leasing, Finance, LSM GMBI dan Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat.

“pada rapat di DPRD, kami sangat terkejut ketika mendengan paparan dari BPMPP, pada saat itu BPMPP hanya mengetahui bahwa Leasing yang beroperasi di kabupaten Sumedang hanya delapan leasing, sementara dilapangan kami dilapangan menemukan 21 leasing, dan hari ini menjadi 22 leasing,” ungkapnya.

Ia pun menilai wajar terjadinya perselisihan dan tindakan sepihak karena pemerintah daerah tidak memperhatikan perkembangan usaha leasing di Kabupaten Sumedang, jangan kan melindungi hak konsumen dan pelaku usaha, “bagaimana mungkin ketika usaha ini tidak terdaptar di badan perizinan, maka pemerintah bisa konsen memperhatikan bagaimana kinerja usaha ini,” tuturnya.

Hal senada diungkapkan Lembaga Perlindungan Konsumen Sabda Nusantara, Dodi, menurutnya, “mereka telah menghina korpnya sendiri apakah ada dalam undang – undang mereka yang mengatur hal yang demikian, kita tahu bersama UU no 2 tahun 2002 itu yang mengatur hak apakah itu pantas, padahal mereka harus paham akan hukum, tapi mereka keliru dalam menelaah hukum itu sendiri, ” paparnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perindustrian Kabupaten Sumedang, menyatakan, ”mau disurabaya, mau dibandung silakan tidak ada yang melarang, tetapi kalau sudah menjadi warga negara harus turut dan taat pada aturan yang berada,” ungkapnya.

Dari 22 Leasing yang ada di Kabupaten Sumedang, 10 diantaranya sudah lengkap. Berikut nama – nama 12 Leasing tidak berizin dan melakukan usaha dikabupaten Sumedang, yaitu Krisna Finance, Kreadit Plus, Bima Finance, Bintang Mandiri Finance, Mandala Finance, MGM Finance, Maxil Finance, Asia Finance,  Para Finance, Magna Finance dan Multindo Finance.(iwan/editor:igun)