Di Jamin Tak Mengganggu Sumber Mata Air, Penebangan Kayu Di Sukajadi Dilanjutkan

29 April 2011 18:24 WIB
 
1

Tim dishutbun Sumedang, didampingi Muspika Wado, meninjau lahan penebangan kayu di Desa Sukajadi

WADO- Sumedangonline

Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Sumedang langsung melakukan sidak ke wilayah penebangan kayu petak 14B, RPH Cakrabuana, KBPH Cadasngampar, menindaklanjuti keberatan warga Desa Sukajadi, terkait adanya penebangan yang diduga bisa mengganggu sumber mata air, Kamis (28/4).

Dalam sidaknya Dishutbun didampingi Muspika Kecamatan Wado, Perangkat desa, Tokoh Masyarakat serta unsur LSM.

Kasie Produksi dan Peredaran Hasil Hutan, Dishutbun Sumedang, Ir Yosef Sunandi, mengatakan, sidak tersebut merupakan respon untuk meninjau sejauhmana dampak penebangan mengganggu terhadap sumber mata air, sebagaimana yang dikeluhkan warga Sukajadi. Selain itu juga melakukan upaya untuk mengakomodir keberatan warga.

“Kami ingin memastikan, apa yang dikeluhkan warga itu benar apa-tidak, sebab selama ini kami melakukan penebangan tak pernah keluar dari regulasi yang ada, terkait adanya anggapan warga bahwa penebangan di petak ini bisa mengganggu sumber mata air, jelas itu tak benar, karena kami melakukan sudah di zona aman,”

Menurut Yosef petak 14B memang dinyatakan zona aman dan tak akan mengganggu mata air. “Jelas aman, sumber mata air saja berada diatas areal tebangan, dan berjarak sekitar  700 meter, lebih dari zona aman yang diijinkan, terus jarak kesungai yang menjadi limpasan mata air juga sekitar 300 meter, secara teknis saya menggaransi bahwa penambangan di petak 14B ini tak mengganggu mata air,” paparnya.

1 COMMENT

  1. jaminannya apa? kalau terbukti air berkurang, pasti pada lempar tanggung jawab.
    selamat gersang saja kepada warga cadasngampar dan sekitarnya.