DI DARMARAJA 4 DESA AKAN DIHAPUS

15 June 2011 01:32 WIB
 
0

DARMARAJA – Setelah melakukan pendataan di wilayah desa yang terkena proyek Jatigede, Kepala Bidang Pemerintahan Desa (Pemdes) Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD), Aef Saefudin, memberikan pernyataan kepada salahsatu media, pihaknya telah mengelompokan desa dengan kondisi dihapus, digabung dan tetap sebagai desa. Keempat Desa tersebut Leuwihideung, Jatibungur, Cibogo dan Cipaku di Kecamatan Darmaraja, satu Desa yang hilang di Kecamatan Wado, yakni Desa Padajaya dan Sukakersa di Kecamatan Jatigede.

Menanggapi pernyataan tersebut camat Darmaraja, Drs. Muhsin Balya, mengaku secara defacto hal tersebut akan secara otomatis terjadi penghapusan untuk desa – desa yang wilayah dan penduduknya tergenang, namun secara dejure penghapusan tidak begitu saja, harus ada aturan yang melindungi aturan penghapusan tersebut.

“jadi yang harus lebih dahulu itu penataan sebuah aturan, ini bukan hanya Peraturan Daerah (Perda), tetapi harus perkodifikasi (inventarisir, red.) dan terdokumentasi di pusat, jadi sebelum mengarah kesana (penghapusan, red.), pusat juga harus berperan aktif, apakah dengan membuat undang – undang atau dengan peraturan pemerintah, baru ditingkat kabupaten kota dengan Perda, yang menyatakan penghapusan desa – desa yang secara defacto akan dihapus karena akan tergenang. Itulah secara normatif dalam aturan pemerintahan, harus itu” ungkapnya, kemarin (14/06) di ruang kerjanya.

Disinggung permasalahan yang masih terjadi seperti adanya wilayah yang belum dibayar, dan proses relokasi penduduk Jatigede yang masih belum pasti. Muhsin menekankan, justru karena itulah harus ada sebuah aturan yang jelas, yang mampu menginvetarisir berapa jumlah yang tergenang secara utuh desa dan penduduk, baru kemudian dilaporkan ke tingkat pusat.