Di Cimanggung, Pengangguran Makin Tinggi

16 October 2012 10:14 WIB
 
0
Ilustrasi

CIMANGGUNG – Cimanggung terkenal dengan kawasan industri tekstil dan niaga. Sayangnya hal itu tak sejalan dengan tingkat pengangguran di Cimanggung yang semakin tinggi. Bahkan pemuda lokasi perusahaan tersebut mengaku kesulitan dalam mencari lapangan kerja.

Catatan Koordinator Gerakan Muda Peduli Alam (Gempa) Jabar, Dekki Ismailudin menyebutkan di Kecamatan Cimanggung tercatat sedikitnya 4 perusahaan besar dibidang tekstil. Diantaranya PT Natatex, PT Kahatex, PT Indoprima dan PT Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI), namun dari jumlah perusahaan yang berdiri tersebut sebagian tenaga kerja yang asli dari warga Cimanggung tak mendapat kesempatan untuk bekerja diperusaan tersebut.

”Seharusnya sebelum merekrut warga lain, sebaiknya pabrik harus memprioritaskan terlebih dahulu warga asli Cimanggung. Jangan sampai justru warga luar yang menjadi karyawan. Sementara warga sekitar hanya jadi penonton saja,”kata Deki, Senin (15/10/2012).

Hal sama dikatakan, Asep Awaludin, permasalahan tenaga kerja di Cimanggung, selain sulit mencari kerja, juga masih adanya praktek pencaloan. ”Pencaloan masih merajalela, saya harap hilangkan kebiasaan itu. Juga sistem Outsorcing juga masih berlaku,”paparnya

Dikatakan Asep, outsourcing tak sesuai dengan hak karyawan dan Undang-Undang No:13 Tahun 2003. ”Dengan adanya outsourcing upah menjadi tidak jelas, serta hak karyawan ditindas hingga karyawan terus dirugikan selama masih bekerja sebagai buruh perusahaan,” tambah Asep.

Di tempat terpisah, Kasi Sosial Kecamatan Cimanggu, H Agus, sejauh ini pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kabupaten Sumedang untuk menyelesaikan masalah pengangguran di Cimanggung. Namun, katanya, hal itu membutuhkan waktu yang lama, sebab, proses perekrutan tak bisa dilakukan dalam sehari dua hari.

PROMO CONTENT
loading...