Dedi : Baliho Samsat PWJ, Ngalédék OTD

15 December 2012 07:40 WIB
 
Beberapa pengendara membaca baliho raksasa tentang manfaat waduk Jatigede, rata-rata mereka menilai penempatan baliho salah kaprah, Jumat (14/12).
Beberapa pengendara membaca baliho raksasa tentang manfaat waduk Jatigede, rata-rata mereka menilai penempatan baliho salah kaprah, Jumat (14/12).

DARMARAJA – Sejumlah masyarakat mengaku miris melihat sejumlah alat sosialisasi manfaat waduk Jatigede yang diterbitkan Samsat Pembangunan Waduk Jatigede (Samsat PWJ). Alat sosialisasi itu ditebarkan di sejumlah titik dan kantor pemerintahan di wilayah Orang Terkena Dampak (OTD) Jatigede.

Pengendara yang melintas baliho raksasa yang ditempatkan di bahu kiri jalan menghadap arah Sumedang, di Jalan Rd Umar Wirahadikusumah, Betulan Babuy, Desa Sukamenak, Kecamatan Darmaraja. Mengungkapkan penempatan baliho kaitannya dengan manfaat waduk Jatigede, salah kaprah. “Harusnya bukan di wilayah OTD, karena buat Sumedang apa manfaat dari Jatigede tak ada kan? Jika pun ada kecil. Makanya saya menilai ini salah kaprah, harusnya disimpan di Cirebon, Majalengka karena irigasi untuk daerah mereka, pengendalian banjir juga untuk daerah mereka,” ujar warga OTD yang mengaku bernama H Ade itu, Jumat (14/12).

Dalam baliho raksasa itu memang terdapat gambar yang di dalamnya berisi tulisan manfaat waduk Jatigede, air baku 3500 ltr/dtk, PLTA110MW, Perikanan Tangkap, Irigasi, Pengendalian Banjir 14.000 Ha dan Pariwisata, diakhir baliho terdapat ajakan: lebih baik menyiapkan diri untuk masa depan lebih baik.

Menanggapi pemasangan alat sosialisasi yang diterbitkan Samsat PWJ itu, Ketua Konsorsium OTD Jatigede, Drs Dedi Kusmayadi, bahkan menilai selain dapat menyakitkan warga OTD terkait permasalahan dampak sosial yang belum selesai, alat sosialisasi yang dikeluarkan Samsat PWJ itu dinilai sebagai sikap ngalédék ke warga OTD.

“Itu mah sudah ngalédék warga OTD, seharusnya Samsat PWJ itu membuat spanduk yang besar, yang berisi kapan penyelesaian dampak sosial waduk Jatigede akan diselesaikan bukan membuat lédékan seperti ini,” tandasnya.

Untuk mengimbangi alat sosialisasi yang dikeluarkan Samsat PWJ, Konsorsium OTD akan membuat baliho tandingan yang lebih besar. “Kita akan membuat yang lebih besar dari itu, yang berisi penyelesaian dampak sosial waduk Jatigede segera, agar pemerintah terbuka matanya, bahwa permasalah dampak sosial sampai hari ini belum selesai. Jangan melulu memikirkan masalah fisik Jatigede, sementara dampak sosial sampai saat ini masih mengambang,” tukasnya dengan nada geram.

BACA JUGA  Agustus, PH tol Cisumdawu di Desa Sukarapih Selesai

Selain itu Dedi pun mengharapkan wartawan dapat meninjau pelaksanaan Pelepasan Hak (PH) untuk Jalan Lingkar Jatigede yang tengah dilakukan saat ini di Sumedang. Dedi menghawatirkan ada indikasi penyimpangan dari proses PH tersebut. “Tolong wartawan pantau proses PH, takutnya terjadi penyimpangan,” ungkapnya.(ign)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.