Dea: Jatinangor Perlu Ditata

1 October 2014 18:26 WIB
 
0
724

Dea
Dea
JATINANGOR telah lama terkenal dengan kawasan pendidikan karena terdapat sejumlah Universitas ternama seperti Unpad, IPND, ITB, dan Ikopin.
Selain itu, di kawasan ini berdiri beberapa bangunan pencakar langit , seperti Apartemen Pinewood, Eoston Park, Taman Melati dan Skyland City.
Tak hanya itu mall dan hotel-hotel yang terdapat di kawasan tersebut menjadi daya dukung bagi para pelajar yang datang dari luar kota maupun luar provinsi. Selain itu kawasan Jatinangor juga digunakan khalayak umum sebagai sarana publik yang elit.
Dea (22), salah satu penghuni apartemen asal Kota Kembang, dirinya mengaku kalau Jatinangor adalah inti dari Kawasan Perkotaan(KP) Kabupaten Sumedang, karena di kawasan tersebut terdapat sarana dan prasarana sudah layak di sebut kota.
“Secara pisik saya lihat Jatinangor sudah bisa di katakan Kawasan Perkotaan,” tegasnya kepada SO.
Tetapi lebih baik, lanjut Dea, kawasan tersebut jika di jadikan kawasan perkotaan, nanti para investor dari luar akan membidik lokasi yang ada di Jatinangor sebagai lahan bisnis.
“Jatinangor jika di bentuk Kawasan Perkotaan maka kabar tersebut akan terdengar oleh sejumlah investor dari luar sehingga, mereka akan mencari lahan untuk berbisnis,” ujar Dea.
Kawasan perkotaan biasanya berdampak pada lingkungan, serta ke asrian kawasan tersebut.
“Jika dibentuk kawasan perkotaan, kebayang akan jadi apa kawasan ini. Contonya di Jakarta lah, karena banyak bangunan serta minimnya penyerapan air yang mengakibatkan bencana banjir. Selain itu, tumpukan sampah akan meningkat dari biasanya,” katanya.
Wanita yang hoby bersenandung ini menambahkan dampak lain dari kawasan perkotaan yakni meningkatnya tindak kriminalitas.
“Kriminalitas pastinya selalu akan meningkat. Karena persaingan ekonomi yang ketat serta kesenjangan sosial yang tinggi, biasanya menjadi fenomena perkotaan di Negeri ini,” pungksanya. (Asnur/Forkowas)