Damas Sumedang Midangkeun Insun Karinding

29 April 2011 18:36 WIB
 
0

Daya Mahasiswa Sunda (Damas) Sumedang, mementaskan Insun Karinding dalam gelar Festival Semar, di Alun-alun Situraja.

Situraja, Sumedangonline– Gebyar Hari Jadi Sumedang ke 433, banyak menggelar acara yang berbau seni dan budaya. Begitu juga yang dilakukan oleh para seniman dan budayawan derah Sumedang Timur. Mereka menggelar Festival Semar yang bertempat di Alun-alun Situraja.

Festival yang digelar baru-baru ini diisi pentas-pentas seni tradisional dari berbagai kecamatan, seperti dari Cimalaka, Rancakalong, Sumedang Utara, Darmaraja, Cibugel, Wado serta Jatinunggal.

Hal menarik, dipentaskannya seni Insun Karinding, yang diusung oleh para mahasiswa yang tergabung dalam Daya Mahasiswa Sunda (Damas) cabang Sumedang.

Seni yang didominasi oleh bambu sebagai alat seninya itu memang cukup menarik, karena seni yang diklaim sebagai simbol komunikasi mojang dan jajaka yang kasmaran tempo dulu itu sudah dikolaborasi dengan kecapi dan perangkat lainnya. Sehingga membuat simponi merdu berbau tradisi. Pentas Insun Karinding-pun mendapat sambutan yang meriah.

“Sebenarnya seni-seni terdahulu yang hampir punah itu jika digali lagi akan menjadi seni yang menarik, bukan hanya menarik, tapi juga cukup murah, karena hanya terbuat dari bambu, yang mudah didapat dari sekitar kita,” ujar Kang Teja aktifis seni Situraja, yang sudah lama mempelajari seni karinding.

Dalam pementasannya, lanjut Teja, karinding yang terbuat dari bambu yang dibelah kecil-kecil itu ditiup, sehingga mengeluarkan suara nada, biasanya, menurut ia, karinding ditiup bersahutan.