Bungkam Ulama, Dengan Sertifikasi Ulama

16 September 2012 21:07 WIB
 
0
HTI – HTI Sumedang tolak sertifikasi ulama.
FOTO:Fitriyani/SUMEDANGONLINE

GOR TADJIMALELA – Wacana akan adanya sertifikasi ulama disambut miring sejumlah para Ulama di Indonesia, termasuk di Sumedang. Ketua Lajnah Khusus Ulama HTI Sumedang, Acep Muhidin, mengatakan wacana sertifikasi ulama dapat membungkam dakwah para ulama yang saat ini sedang giat-giatnya untuk kembali membangun Islam.

“Akan lebih tepat jika ide itu dikatakan ide yang betul-betul fitnah ini, akan memecah belah ulama dan akan membungkam dakhwal ulama yang hari ini bersemangat untuk Islam. Dan tentu kami menjelaskan, hal ini tidak lepas dari upaya orang-orang kafir dan munafik, penjajah dan para anteknya untuk membungkam, untuk menghentikan dukungan ulama atas perjuangan penegakan syariah dan khilafah,” ujar Acep Muhidin dalam jumpa pers usai acara HTI di GOR Tadjimalela, Minggu (16/9).

Meski ada upaya-upaya penjegalan yang dilakukan berbagai pihak yang menolak khilafahm namun Acep yakin, rekayasa dengan wacana sertifikasi ulama tersebut akan gagal.

Hal senada pun dikatakan Anggota Lajnah Khusus Ulama DPD II Sumedang, asal Jatinangor, H Ali Baya Nullah, menurut Ali dalam sertifikasi ulama tersebut ada konsfirasi jahat untuk membungkam ulama, agar ulama tidak bisa berkata hak di depan ummatnya.

“Ini program yang sangat menyedihkan sekali, ini terkait perjuangan syariah dan khilafah. Jadi pihak-pihak yang tidak suka syariah dan khilafah tersebut merasa gerah, yang semakin hari semakin mendapat dukungan dan mereka kesulitan untuk memberikan stigma negatif terhadap para pejuang khilafah. Karena mereka kesulitan untuk membuktikan perjuang khilafah itu sebagai teroris, ini adalah cara halus mereka untuk membungkam para pejuang khilafah dan syariah,” tambah Ali.(FIT)

PROMO CONTENT
loading...