Buah Naga Di tengah Gunung Dahaga

30 June 2010 16:41 WIB
 
Sujana Kosim Saat di Wawancara SO

Cibeureum Wetan-Sumedangonline.com (27/06)

Minggu sore udara sumedang begitu cerah langit biru mempesona tepat jam 15.00 sore crew sumedangonline.com berangkat menyusuri kepadatan kendaraan jalur Sumedang Cirebon memasuki Cimalaka tepatnya di jalan raya Cibeureum kami belok kiri menapaki jalan menuju Lokasi Galian C (penambangan pasir) kaki Gunung Tampomas.,, begitu memasuki kawasan deru, debu menyesak..,, derunya mesin dan alat berat mengepulkan debu pedih mata, menyesakan dada.., betapa nestapa alam ini..,, kering kerontang gersang meradangbongkahan bebatuan dan tumpukan pasir galian dikeruk digali, digali, digali dan terus digali tiada henti., dikiri dan dikanan kami lewati lembah semakin dalam ditumbuhi mesin-mesin penghancur begitu kuatnya mencengkram, mencakar, menggerogoti bongkahan batuan tanpa lapisan top soil., tak adakah nurani, tak adakah empati.????, alam menangis sampai kering gersang mata airnya..,, tak ada kehidupan…???? Ada kah oase ditengah gersang seperti ini..??? itulah sepintas pemikiran kami ketika menyusuri jalan.

Kami terus menyusuri lokasi galian pasir, hingga kami menemukan hamparan hijau di sebelah timur galian, tak lain merupakan hamparan kebun buah naga. Kami menyusuri hamparan buah naga tersebut melintasi bongkahan-bongkahan batu bekas galian pasir hingga kami menemukan sebuah komplek saung di tengah-tengah rindangnya pohon buah naga. Begitu Luasnya sekitar enam hektar, dengan 40 ribu pohon. Buah naga atau dragon fruit, yang ditanam disini, berwarna merah ke ungu – unguan dan bersisik, seperti kulit ular naga.  Ketika kami memasuki saung nampak seorang pemuda sedang becengkarama. Kemudian kami masuk dan memperkenalkan diri, pemuda itu yang tak lain Sujana Kosim (31 tahun) seorang anak petani yang hanya berlabel sekolah Madrasah Tsanawiah (MTS) Cibeureum menekuni usaha budidaya Buah Naga yang terinspirasi ketika dia merantau menjadi TKI ke luar negeri., Pohon naga di perkebunan ini ditanam sejak tahun 2005 lalu. lahan disini cocok, pohon naga tumbuh subur disini, dan suhu di daerah ini sangat menunjang, ketika siang terik matahari sangat dibutuhkan dan ketika malam dingin membuat tumbuhan ini cepat berkembang.,

BACA JUGA  Acil Bimbo Terpanggil Benahi Makam Karuhun Sumedang
Buah Naga Berbua Bulan Desember

Perkebunan buah naga ini dikelolanya bersama Pak Uha Juhari yang merupakan bapaknya dan Uha Juhari ini merupakan peraih sertipikat dari gubernur karena mereklamasi alam tampomas yang gersang menjadi lahan perkebunan yang hijau. Menurut Sujana Buah Naga ini berasal dari Mexico, namun bibit pohon naga disini berasal dari Malaysia, dan didatangkan dari Semarang. Pohon naga yang mirip dengan pohon kaktus ini tidak memerlukan perawatan khusus.

Agar tumbuh subur, cukup diberi pupuk kandang dua kali dalam setahun pada awal dan akhir musim hujan. Seminggu sekali, lahan di sekitar pohon dibersihkan dari rumput, sehingga tidak mengganggu pertumbuhan. Selain itu, tunas yang tumbuh berlebihan harus dipotong, sehingga tidak mengganggu pertumbuhan buah.

“alhamdulillah karena pupuk kandangnya sudah tersedia karena memelihara kambing PE (Peranakan Etawa), jadi tidak terlalu di pusingkan oleh pupuk” ungkap pemuda yang menjadi Pemuda Pelopor tahun 2010 dari Kab. Sumedang Tingkat Nasional.

Pohon naga mulai berbuah setelah berusia dua tahun. Pada tahun pertama berbuah, pohon naga langsung menghasilkan. Pada panen pertama kebun ini diperoleh sebanyak 12 ton buah naga.

Buah naga memiliki khasiat tersendiri. Bila dikonsumsi secara teratur, dapat mengatasi berbagai macam penyakit, seperti darah tinggi, gula darah, sembelit dan panas dalam. Sayang nya ketika kami kesana belum waktunya panen jadi tidak bisa mencicipi buah naga tersebut., karena waktu musim panen adalah Bulan Desember,

“nantilah kalo musim panen crew sumedangoline silahkan datang lagi kemari” katanya sambil tersenyum.

Buah naga hasil produksi kebun ini dijual ke seluruh Indonesia. Harganya di kebun sekitar 40 ribu rupiah per kilogram. Namun harga di tingkat pedagang lebih mahal, sekitar 60 ribu rupiah per kg.

BACA JUGA  BUPATI BERIKAN PENGHARGAAN LINGKUNGAN

Selain menghasilkan buah naga, di kebun ini juga dijual bibit pohon naga. Harganya 35 ribu rupiah per pohon. Bibit pohon naga diambil dari tunas pohon yang telah tua. Bibit ditanam di dalam polibeg dan diberi pupuk kandang.

“Dari hasil Perkebunan Buah Naga ini kami bisa hidup seperti ini”, ungkapnya sambil menunjuk sebuah Villa yang cukup megah, dan gedung pengelolaan Pupuk Kandang yang baru di bangunnya.

Wah…wah…, (kami berdecak kagum)

“saya akan tetap disini dan terus disini mengolah lahan dan memperluas kebun buah naga disini” tambahnya, namun Sujana ada sedikit kecemasan mengingat lahan yang masih di gali oleh para pengusaha sedikit-sedikit mengancam dengan terus merangsek ke areal perkebunan buah naga nya.

Pemuda yang merupakan Sekretaris Kelompok Tani Ternak Simpay Tampomas ini mengungkapkan

jadi siga nu berlomba-lomba ayena teh”, di satu pihak mereklamasi mengembangkan usaha penghijauan tapi yang sudah di reklamasi seperti ingin di keruk kembali. “harapanya Pemerintah harus peduli dengan keberadaan kami disini”,  semoga.!!

2 COMMENTS

  1. maaf mau tanya, kalau mau tau lebih banyak tentang buah naga yg ada di kebun ini. saya harus menghubungi ke mana?
    terima kasih.

  2. saya ingin tau lebih banyak mengenai buah naga. apakah saya boleh mendapatkan nomor kontak perkebunan ini? terima kasih

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.