BBM Naik, Pengusaha SPBU Ngeluh

25 June 2013 09:00 WIB
 
0
951

Erni Sumarni
Erni Sumarni
KOTA-Terkait kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), sejumlah pengusaha Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Pasalnya, kenaikan harga BBM tak seiring dengan kenaikan margin keuntungan.
“Tak hanya rakyat yang menjerit, tapi juga para pengusaha SPBU pun banyak mengeluh dengan adanya kenaikan harga BBM itu. Karena margin keuntungan untuk pengusaha dari Pertamina itu belum ada penyesuaian,” kata Eni.
Pengusaha yang pernah mencalonkan diri menjadi Bupati Sumedang tersebut, menyebutkan jika sebelumnya margin keuntungan pengusaha SPBU sebesar Rp 205 perliter, dengan adanya kenaikan harga BBM kemarin, kata Eni, kini para pengusaha hanya mendapat keuntungan sebesar Rp 190,87 per-liternya.
Hal itu dikeluhkan para pengusaha SPBU, karena mereka harus nombok modal hingga puluhan juta imbas naiknya harga beli BBM dari Pertamina. “Modal bertambah, PPH juga naik. Sementara marginnya itu kecil, modal itu naiknya hingga 46,5 persen. Tapi ada wacana dari Pertamina, saat beraudensi dengan Hiswana Migas (Himpunan Pengusaha Minyak dan Gas), katanya sih akan segera dinaikan. Ya, kita berharap agar secepatnya itu direalisasikan,” tambahnya.
Sebut Eni, selama ini sudah beberapa kali terjadi kenaikan BBM, namun margin keuntungan untuk para pengusaha SPBU itu, tak pernah ada kenaikan.
Bahkan mirisnya, dalam dua hari terakhir sejak pengumuman resmi oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, para pembeli BBM di sejumlah SPBU menurut catatan dari Hiswana Migas, menurun drastis.
“Memang benar, imbas dari kenaikan BBM itu sangat terasa sekali dampaknya turunnya drastic hingga 30 persen. Kami saja, biasaya itu mengeluarkan BBM hingga 20 ton liter perhari, sekarang paling hanya 13 ton liter saja,” tambah perempuan yang mencalonkan diri jadi anggota DPD RI tersebut.
Erni menduga, itu terjadi karena masyarakat masih kaget dengan adanya kenaikan BBM, namun tidak menutup kemungkinan masyarakat mengisi full tank BBM kendaraannya. “Mudah-mudahan besok (hari ini, red.) penjualan BBM-nya sudah kembali normal,” imbuhnya.
Eni berharap, seharusnya Pertamina, begitu pemerintah melakukan kenaikan harga BBM, harusnya kata Eni, diikuti dengan kenaikan margin keuntungan. “Ya, kita berharap apa yang disampaikan Pertamina ke Hiswana Migas itu dapat segera terealisasikan, karena kan seharusnya berbarengan agar para pengusaha juga tidak terbebani yang menimbulkan adanya kebangkrutan. SPBU kan bisa dikatakan sebagai ujung tombaknya Pertamina ke masyarakat,” pungkasnya. (ign)