Barat Sekular Potret Masyarakat Sakit

21 October 2012 17:54 WIB
 
0
402
Acara Kupas Majalah Al-wa’ie yang ke-6 ini, mengangkat tema “Barat Sekular Potret Masyarakat Sakit” di Aula PUSDIKLAT GERKOPIN, Minggu (21/10).

JATINANGOR – Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Jatinangor kembali menyelenggarakan acara Kupas Majalah Al-Wa’ie di Aula PUSDIKLAT GERKOPIN, Minggu (21/10).

Acara yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB dihadiri sekira seratusan peserta, terdiri ulama, ustadz, ustadzah, pengurus DKM, guru, ibu-ibu majelis taklim dan mahasiswa dari berbagai kampus di Jatinangor.

Acara Kupas Majalah Al-wa’ie yang ke-6 ini, mengangkat tema “Barat Sekular Potret Masyarakat Sakit” dengan menghadirkan dua orang pengupas, yakni Ustad M. Riyan, M.Ag selaku Ketua DPD I HTI Bandung dan Ustadz Hakim Abdurrahman selaku Koordinator Kajian Strategis HTI DPC Jatinangor.

Dalam paparannya, Ustadz Hakim menyebutkan bahwa kondisi masyarakat Barat saat ini sangatlah buruk dan tak layak ditiru. Beliau pun menjelaskan tentang sistem ekonomi kapitalis yang dianut oleh masyarakat saat ini telah membawa keterpurukan. “Kapitalisme berakibat pada pembunuhan massal penduduk dunia secara sistematis,” terangnya.

“Kapitalis adalah idiologi setan yang menjadi akar seluruh masalah dunia saat ini,” lanjut Ustadz yang juga berpropesi sebagai tenaga pengajar di SMP dan SMA itu.

Senada dengan Ustadz hakim. Ustadz Riyan pula turut membeberkan kebobrokan masyarakat saat ini. “Kita melihat bahwa realitas maasyarakat hari ini adalah masyarakat yang mudah stress. Mereka yang memiliki pemikiran, perasaan dan aturan selain islam. Inilah yang menjadi factor kebobrokan masyarakat,” tuturnya.

Ustadz Riyan pun mengajak para hadirin untuk merubah realitas yang rusak ini masyarakat yang islami. “Kita harus merubah kondisi masyarakat saat ini menjadi masyarakat yang islami,” serunya.

“Metode perubahan masyarakat harus dengan pergolakan pemikaran dan perjuangan politik sebagaimana karakteristik dakwah Rasulullah SAW,” ungkapnya.

“Karakter dakwah rasulullah, tanpa kekerasan (laa madiyah), melalui pemikiran (fikriyah), kemudian mengaplikasikan islam secara kaffah di tengah-tengah masyarakat yang dilakukan oleh negara atau Daulah Islam (siyasah),” terangnya lagi.

Dengan diselenggarakannya kupas majalah yang mempunyai taggline ‘Membangun Kesadaran Umat” itu, diharapkan para peserta mengetahui betapa bobroknya masyarakat barat sehingga tidak layak untuk dijadikan contoh bagi kaum muslim. Serta mendorong umat agar bersatu untuk merubah kondisi yang ada sekarang dengan menegakkan syariah dan khilafah sebagai satu-satunya solusi bagi kehidupan. [faa]