Banyak Jalan Rusak, Eksploitasi Alam Tinggi

11 February 2012 09:48 WIB
 
0
Gerri:Saya lihat banyak jalan-jalan meski sudah dihotmix tapi sudah pada rusak lagi.
Gerri:Saya lihat banyak jalan-jalan meski sudah dihotmix tapi sudah pada rusak lagi.
Gerri:Saya lihat banyak jalan-jalan meski sudah dihotmix tapi sudah pada rusak lagi.

Jatinunggal – Sedikitnya 1.200 kendaraan roda dua trail melintas jalan provinsi Sumedang-Majalengka via Kirisik Wado, menurut keterangan Geri (32) salah seorang peserta kegiatan tersebut diberinama Gate (Grobas Adventure Traile, red.) yang berangkat dari Jatinangor dan akan berakhir hari ini di Kawasan Wisata Pangandaran.
“Kegiatan ini dinamakan Gate atau Grobas Adventure Traile, dimulai dari Jatinangor hingga Pangandaran, untuk hari ini tim hanya sampai di kawasan kawali Ciamis, baru besok (hari ini, red.) kami langsung menuju pangandaran,” paparnya ditemui Sumeks saat service di salahsatu bengkel di Kecamatan Jatinunggal, Jumat (10/2).
Dikatakannya, kegiatan Gate baru kali pertama dilakukan klub motor asal Bandung itu dan rencananya akan menjadi agenda rutin tahunan mereka, dikaitkan dengan geng motor, geri membantahnya.
“Kami bukan genk motor, kami klub motor trail yang berpusat di Bandung, ya daripada ngebut-ngebutan di jalan raya dan membuat celaka orang lain kami lebih memilih kebut-kebutan dihutan, istilahnya,” tuturnya.
Ditanya kenapa dirinya bergabung dengan klub motor trail, Gerri mengaku, itu sebagian menyalurkan hobinya, selain itu kegiatan Gate pun sembari menelusuri jalan-jalan sepanjang route yang telah ditentukan.
Menurut pengakuannya, untuk kawasan Sumedang secara umum mulai dari Jatinangor hingga Kecamatan Jatinunggal, banyak sekali jalan-jalan butut dan lalogakan. Meski tidak tahu pasti penyebab rusaknya jalan di kawasan Sumedang, namun Geri berharap, pemerintah terkait semestinya segera memperbaiki jalan tersebut.
“Saya lihat banyak jalan-jalan meski sudah dihotmix tapi sudah pada rusak lagi, selain itu untuk dikawasan hutannya sendiri seperti kawasan Cisitu (maksudnya gunung julang, red.) ada eksploitasi besar-besaran, sehingga alam pun rusak,” ujarnya.(*)