Bangunan Terkena Jalan Lingkar Jatigede di PH

18 December 2012 08:41 WIB
 
0
1203
Warga di tiga desa mengantri giliran untuk proses PH di Aula Balai Desa Neglasari, kemarin
Warga di tiga desa mengantri giliran untuk proses PH di Aula Balai Desa Neglasari, kemarin

DARMARAJA – Sebanyak 271 bidang bangunan yang terkena proyek Jalan Lingkar Jatigede di wilayah Desa Darmajaya, Ranggon dan Neglasari, dilaksanakan proses Pelepasan Hak (PH) di Aula Balai Desa Neglasari, Kecamatan Darmaraja, Senin (17/12).

Menurut beberapa sumber pelaksanaan PH di Aula Balai Desa Ranggon tersebut untuk mempercepat proses PH, selain dilaksanakan di Aula Balai Desa Ranggon secara serempak proses PH pun dilaksanakan di Sumedang. Menanggapi proses PH yang lebih dekat dengan tempat tinggal mereka, sejumlah warga Desa Ranggon, Darmajaya, dan Negalasri mengaku menyambut baik hal itu. “Kami merasa senang dengan pelaksanaan proses PH sekarang, daripada harus pergi ke Sumedang, karena menurut kabar yang saya dengar. Untuk proses PH itu memakan waktu lama terkadang ada masyarakat yang pulang larut malam,” ujar Aji.

Hal itu dibenarkan Kepala Desa Neglasari, Undang Saripudin. Keinginan masyarakat untuk dilaksanakan PH di desanya, menjadi salahsatu alasana pihaknya mengajukan usulan ke pihak terkait. “Saya juga pernah melihat ada ibu-ibu yang membawa anak kecil melaksanakan PH di Sumedang, makanya kasihan ke masyarakat. Mungkin karena itulah akhirnya, dari hasil musyawarah dengan masyarakat di Darmajaya, Neglasari dan Ranggon, kami mengajukan usulan agar PH untuk tiga desa itu dilaksanakan di Neglasari,” ungkap Undang.

Sementara untuk pencairan dananya sendiri menurut Undang, pihaknya masih menunggu proses selanjutnya. “Ya mudah-mudahan dapat segera dicairkan,” terangnya.

Salahseorang petugas Bank BNI, Bambang Irawan, membenarkan pencairan dana tak dapat dilakukan sekaligus karena harus melalui proses turunnya dana dari KPPN (Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara). “Bank Operasional Satunya kan kalau di Jawa Barat itu biasanya BNI, kalau Jakarta BRI, pasti beda-beda karena disesuaikan dengan proses tendernya. Nanti dari proses PH ini data dikirim ke Satker dan Satker mengajukan ke KPPN dan dari KPPN langsung ke rekening sesuai dengan lampiran saat PH,” ujar Bambang.

Ditanya apakah proses PH tersebut membuka rekening baru, atau dapat menggunakan rekening lama yang masih terdapat dalam satu bank yang sama. Dikatakan Bambang, untuk tertib administrasi dilaksanakan dengan membuat rekening baru. “Jadi semua dibuat baru, takutnya nanti menjadi sebuah kendala misalkan ada sebuah kekeliruan seperti bercampurnya rekening dengan aktifitas biasa,” ungkapnya.(ign)