Badai ‘Medan Magnet’ Matahari Lumpuhkan Teknologi

18 June 2010 06:03 WIB
 
0
Ilustrasi

Tanjungsari (SumedangOnline) Sejumlah Ilmuwan Matahari Terkemuka di Washington DC, AS, Selasa (08/06) lalu, membahas, cara terbaik melindungi satelit –  satelit bumi dan sistem vital dari kemungkinan terburuk akibat badai Matahari. Menyusul Sebuah Peringatan dari Badan Antariksa Amerika (NASA) akan adanya Badai Matahari yang kuat di bumi akan membawa malapetaka besar pada manusia, yang akan mempengaruhi setiap aspek pada masyarakat modern sekarang. Para ahli yang mengeluarkan peringatan meng-atakan, dampak badai matahari pada bumi kemungkinan adalah “efek domino”.

Sementara itu para Peneliti LAPAN terus meningkatkan penelitiannya di Tanjungsari – Sumedang, sejumlah peralatan seperti radio matahari akan dimodifikasi sehingga dapat memantau pergerakan matahari selama 12 jam hal tersebut disampaikan Kepala Stasiun Pengamatan Dirgantara Tanjungsari Bambang Suhendi kepada sejumlah wartawan, Kamis (17/06).

Selain itu akibat Badai Medan Magnet tersebut, akan melumpuhkan berbagai alat Teknologi Tinggi, Alat Telekominikasi, Navigasi dan Listrik.

“Teknologi tinggi yang terganggu seperti sistem satelit, sistem komunikasi, navigasi”Ujarnya.

Peningkatan Aktivitas matahari terjadi sejak tanggal 12 hingga 16 juni, dengan pergerakan gelombang kejut 795km/s sehingga dapat menimbulkan medan magnet sekala kecil.(SO1).