ASEP:2014 PNPM TIDAK ADA

12 May 2011 05:59 WIB
 
0

Pilkada Serentak 2018

Ilustrasi

DARMARAJA, Tahun 2014 mendatang Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) mungkin sudah tidak ada, hal itu dikatakan Penanggung Jawab Operasional Kecamatan (PJOK) Darmaraja, Asep Kurniawan A.Ks, saat memberikan sambutan dalam Musyawarah Antar Desa (MAD) Penetapan Usulan Perguliran PNPM 2011, di pendopo kecamatan Darmaraja.

“sekarang kita sedang berusaha agar masyarakat desa mempunyai kemampuan tanpa dibimbing tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi dan pusat, salah satunya nanti akan ada program RBM (Ruang Belajar Masyarakat”, ungkapnya dihadapan puluhan perwakilan dari masing – masing desa di kecamatan darmaraja, kabupaten Sumedang, Selasa (11/05) kemarin.

RBM, menurut Asep, akan menjadi titik tolak masyarakat untuk mendidik dan menambah pengetahuan masyarakat agar mampu diberbagai bidang, baik dalam perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi.

“kita merasakan sendiri bagaimana susahnya membuat RPJMDes, makanya kita mengucapkan terimakasih kepada bapak – bapak kepala desa, meskipun tidak sedikit RPJMDes yang telah dibuat ada yang dibalikan kembali dari kecamatan”, tuturnya.

Sementara itu menurut ketua UPK Kecamatan Darmaraja, Drs. Suhada, PNPM di wilayahnya sudah memasuki usia 10 tahun, selama itu banyak keberhasilan – keberhasilan yang diraih dan dirasakan oleh UPK, dalam bidang pendidikan misalnya, PNPM di Darmaraja telah banyak merehab dan membangun sarana – sarana pendidikan seperti bangunan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), di bidang ekonomi dengan adanya program Simpan Pinjam Perempuan (SPP), telah membantu tingkat perekonomian ibu rumah tangga dengan menambah permodalan dalam usaha.

Sehingga pantas dalam laporan bulanan yang dibacakannya, UPK Kecamatan Darmaraja mampu meraup total pendapatan senilai Rp 228 juta.

Menyinggung masalah simpang pinjam perempuan, Kapolsek Darmaraja, Kompol Nana Sumarna, mewakili Camat Kecamatan Darmaraja, mengakui jika diwilayahnya masih ada masyarakat yang melakukan proses peminjaman uang ke bank – bank gelap.

“masih ada masyarakat kita yang minjam ke bank – bank gelap, berkaca ke hal itu maka dengan simpan pinjam perempuan akan menjadi solusi pinjaman, namun dalam hal pemberian pinjaman tetap harus diperketat”, ungkapnya.(cr4)