Asda II Buka Rakor Kesejahteraan Anak

8 September 2016 01:14 WIB
 
0
Rapat Koordinasi Bidang Kesejahteraan Anak Tingkat Kabupaten Sumedang Tahun 2016 yang bertempat di Ruang Cakrabuana Gedung Pusat pemerintahan (GPP) Kabupaten Sumedang
Humas Setda Sumedang
Rapat Koordinasi Bidang Kesejahteraan Anak Tingkat Kabupaten Sumedang Tahun 2016 yang bertempat di Ruang Cakrabuana Gedung Pusat pemerintahan (GPP) Kabupaten Sumedang

Jadi Jutawan Cuma Modal Nulis

SUMEDANGONLINE: Asisten Pembangunan H. Dede Hermasyah atas nama Bupati Sumedang H. Eka Setiawan, Rabu (7/9), membuka Rapat Koordinasi Bidang Kesejahteraan Anak Tingkat Kabupaten Sumedang Tahun 2016 yang bertempat di Ruang Cakrabuana Gedung Pusat pemerintahan (GPP) Kabupaten Sumedang.

Berdasarkan laporan Plt Kabag Kesra Setda H. Rusyana, kegiatan tersebut digelar dalam rangka pembahasan Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak sebagai upaya mensosialisasikan pentingnya Sumedang mewujudkan Kabupaten Layak Anak. “Tujuannya adalah menggalang sumber daya dan mitra potensial serta mengkoordinasikan perencanaan, program dan kegiatan dari masing-masing SKPD terkait pembangunan bidang kesejahteraan perlindungan anak dan Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak,” ujarnya.

Dikatakan, Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak sebagai salah satu upaya agar hak-hak anak dapat dipenuhi dengan menjalankan fungsinya yaitu mengkoordinasikan berbagai program kegiatan yang berpihak pada anak sebagai gerakan dalam rangka perlindungan anak.

Setelah dibentuk, Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak akan menjalankan tugas-tugasnya diantaranya yaitu membantu Bupati dalam melaksanakan sosialisasi kebijakan layak anak dan mengkordinasikan pelaksanaan kegiatan bersama dengan SKPD dan organisasi sosial kemasyarakatan serta tokoh masyarakat. “Selain itu, Gugus Tugas juga harus mampu mengidentifikasi kondisi sosial budaya dan isu yang terkait dengan perlindungan anak, ekonomi dan lingkungan, mendukung program kerja pemerintah, organisasi, atau Kelompok dalam memperjuangkan hak-hak anak, dan melaporkan hasil pelaksanaan tugas kepada Bupati,” ujarnya.

Peserta Rakor sendiri sebanyak 40 orang yang terdiri atas unsur SKPD, lembaga dan organisasi sosial terkait. Sedangkan narasumber Rakor adalah Kepala Bappeda, Subagio, dan Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Hj. Ani Gestaviani.

Bupati H. Eka Setiawan dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten Pembangunan H. Dede Hermasyah mengatakan, rendahnya kesejahteraan dan perlindungan anak terlihat dari maraknya tindak kekerasan terhadap anak, banyaknya anak yang dipekerjakan, rendahnya Angka Partisipasi Sekolah, tingginya Angka Kematian Bayi, banyaknya kasus anak gizi buruk, dan banyaknya anak tidak memiliki akta kelahiran. “Situasi ini merupakan hasil akumulasi dari nilai sosial kultural dari suatu masyarakat yang tidak kondusif. Di sisi lain, tidak semua daerah menempatkan pembangunan anak sebagai prioritas dan kebijakan utama program. Kegiatan pembangunan untuk anak masih bersifat parsial dan segmentatif,” katanya.

Kebijakan Kabupaten Layak Anak, lanjut Bupati, diharapkan dapat menciptakan keluarga yang sayang anak, RT/RW dan lingkungan yang peduli anak, kelurahan dan desa layak anak, dan kecamatan serta kabupaten yang layak bagi anak sebagai prasarat untuk memastikan bahwa anak-anak tumbuh dan berkembang dengan baik, terlindungi haknya dan terpenuhi kebutuhan fisik dan psikologisnya. “Kabupaten Layak Anak adalah sistem pembangunan kabupaten atau kota yang mengintegrasikan komitmen dan sumber daya pemerintah, masyarakat dan dunia usaha yang terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan dalam kebijakan program dan kegiatan untuk pemenuhan hak-hak anak,” tuturnya.

Bupati memandang Rakor tersebut sangat strategis sebagai langkah nyata dalam rangka mewujudkan Kabupaten Layak Anak. “Untuk itu, saya berpesan kepada seluruh pihak yang terlibat, agar mengikuti kegiatan ini dengan sebaik-baiknya sebagai acuan dalam membentuk Gugus Tugas Kabupaten layak Anak,” ucapnya.***