Ara Tertarik Pengusaha Ubi Cilembu

28 February 2016 02:51 WIB
 
1
Anggota DPR / MPR RI, Maruarar Sirait, SIP., saat berdialog dengan pengusaha Ubi Cilembu Yusup, dalam sesi dialog dalam gelaran acara Sosialisasi Empat Pilar yang digelar di Hotel Jatinangor, Sabtu (27/02/2016).
Anggota DPR / MPR RI, Maruarar Sirait, SIP., saat berdialog dengan pengusaha Ubi Cilembu Yusup, dalam sesi dialog dalam gelaran acara Sosialisasi Empat Pilar yang digelar di Hotel Jatinangor, Sabtu (27/02/2016).
loading...

Anggota DPR / MPR RI, Maruarar Sirait, SIP., saat berdialog dengan pengusaha Ubi Cilembu Yusup, dalam sesi dialog dalam gelaran acara Sosialisasi Empat Pilar yang digelar di Hotel Jatinangor, Sabtu (27/02/2016).

Anggota DPR / MPR RI, Maruarar Sirait, SIP., memberikan apresiasi luar biasa terhadap para pemuda yang mengembang usaha di Kabupaten Sumedang. Hal itu terlihat dalam sesi dialog dalam gelaran acara Sosialisasi Empat Pilar yang digelar di Hotel Jatinangor, Sabtu (27/02/2016).
Apalagi saat pria yang kerap disapa Bang Ara itu, mendapati pengusaha ubi Cilembu yang telah mengembangkan sayapnya selama tiga tahun terakhir ke luar negeri. Dihadapan ratusan peserta dari Paskibra dan Purna Paskibra Kabupaten Sumedang serta Viking Sumedang, Ara sempat membawa pengusaha asal Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, bernama Yusup untuk maju dan berdialog dengan dirinya.
Pengusaha muda yang kesehariannya bekerja sebagai struktural di sebuah lembaga sekolah itu menyebutkan jika dirinya telah melakukan ekspor ubi cilembu ke beberapa negara.
“Kebetulan saya mengekspor ubi Cilembu itu, ke Abu Dhabi, Singapura, Malaysia, Hongkong, sama Korea,” ungkap Yusup yang mengaku hingga saat ini memiliki 46 karyawan itu.
Mendapati itu, Ara semakin penasaran, apalagi Yusup telah memberikan upah pada para pekerjanya jika dihitung-hitung sudah melebihi nilai upah minimum regional (UMR).
“Lebih dari UMR,” kata Yusup mempertegas, tanpa menyebutkan nilai besaran upah yang diterima pegawainya.
“Wah hebat, bisa membuka lapangan pekerjaan upahnya juga diatas rata-rata,” puji ara.
Ara pun sempat melontarkan pertanyaan kenapa Yusup, lebih memilih sebagai pengusaha Ubi Cilembu.
“Karena peluang bisnis Ubi Cilembu itu terbuka lebar. Salahsatu, produksi unggulan di Kabupaten Sumedang, yaitu ubi Cilembu, yang bisa diekspor. Karena ada dua yang berpotensi dari Sumedang itu, yaitu tahu dan ubi. Kalau tahu itu kan mudah basi, kalau ubi sampai dua bulan masih tahan. Kenapa saya berpikir usaha ubi Cilembu, pertama karena kualitasnya memang unggulan, satu lagi tahan lama. Apalagi sekarang ubi itu di luar negeri sudah jadi makan pokok,” paparnya memberikan alasan.
Ara bahkan mengagendakan dalam kunjungan kerja ke depan dirinya akan melihat langsung proses produksi ubi Cilembu, hingga siap ekspor. Meski demikian, sebut dia, sudah seharusnya untuk masalah permodalan mendapat sentuhan pembinaan dari bank, agar lebih maju dan berkembang.