April, Pasar Wado Dibangun Kembali

3 January 2012 21:53 WIB
 
Sekitar 112 bangunan kios milik pedagang resmi dan 40 pedagang kaki lima di pasar Wado, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, ludes dilalap sijago merah, pukul 1.30, Selasa (3/1) dini hari.
Sekitar 112 bangunan kios milik pedagang resmi dan 40 pedagang kaki lima di pasar Wado, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, ludes dilalap sijago merah, pukul 1.30, Selasa (3/1) dini hari.
Sekitar 112 bangunan kios milik pedagang resmi dan 40 pedagang kaki lima di pasar Wado, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, ludes dilalap sijago merah, pukul 1.30, Selasa (3/1) dini hari.
Sekitar 112 bangunan kios milik pedagang resmi dan 40 pedagang kaki lima di pasar Wado, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, ludes dilalap sijago merah, pukul 1.30, Selasa (3/1) dini hari.

SUMEDANG – Sekitar 112 bangunan kios milik pedagang resmi dan 40 pedagang kaki lima di pasar Wado, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, ludes dilalap sijago merah, pukul 1.30, Selasa (3/1) dini hari.

Saksi kejadian, Ro’an Royadiwangsa, mengatakan sumber api berasal dari arus pendek listrik. Kasat Reskrim Polres Sumedang, AKP Tri Suhartono, menyebutkan sumber api berasal dari arus pendek listrik baru dugaan dari saksi kejadian, untuk lebih pastinya pihaknya masih menunggu petugas Puslabfor.

Api dapat dipadamkan sekira pukul 07.30 dengan menggunakan 2 mobil pemadam kebakaran, tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut, kerugian ditaksir mencapai Rp 10.3 M. Untuk Sementara sejumlah pedagang akan dibangunkan pasar darurat yang menempati lokasi parkir seluas 350 meter persegi dan akan dikelola secara swadaya oleh Ikatan Keluarga Warga Pasar (IKWAPA) Pasar Wado.

Ditempat terpisah Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumedang, berjanji akan segera membangun kembali pasar tersebut, apalagi untuk pembangunan pasar telah ada alokasi dana dari APBD Kabupaten Sumedang senilai Rp 2 M, semula dana tersebut diperuntukan untuk pembangunan pasar Inpres, namun karena alasan penolakan dari pasar Inpres yang tidak mau pindah, hingga dana itu akan dialihkan untuk membangun kembali pasar Wado, sementara itu untuk rehab pasar Inpres dialokasikan melalui kucuran dana dari APBD Provinsi yang akan turun senilai Rp 900 juta.

“Setelah ada kebijakan seperti ini, jangan berharap terlalu mendesak, karena ada proses, proses pertama kita baru saja menetapkan APBD kemarin, ini ada proses evaluasi di Gubernur selama 15 hari, juga nati ada pembahasan lagi di dewan termasuk pemindahan anggaran yang dulu anggaran 2 M untuk pasar Inpres dialihkan ke sini, jadi sekitar tanggal 30-an bulan Januari,  APBD baru ditetapkan, kemudian ada proses lelang itu 45 hari, jadi saya tidak mau meskipun ini proses bencana, tidak mau tidak proses lelang, kita tetap akan melakukan tender, jadi pelaksanaannya sekitar bulan April-Mei dapat diperbaiki lagi,” kata Ramdan Ruhendi, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumedang.(fitri)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.