Andre: Pak Presiden, Cabut izin RS jika menolak Pasien BPJS

29 August 2016 21:48 WIB
 
0
Ilustrasi
Ilustrasi / Istimewa
Ilustrasi

SUMEDANGONLINE, JAKARTA: Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra Andre Rosiade, mendesak agar Menteri Kesehatan dan Menteri Keuangan untuk melakukan evaluasi Programn BPJS hingga kerumah sakit. Karena sebut Andre, pihaknya kerap mendapati pasien pemegang kartu BPJS terutama dari kalangan tidak mampu ditolak pihak rumah sakit.
Salahsatu kasus yang saat ini hangat diperbincangkan tentang wafatnya, M Rizki Akbar. Bocah berusia 2,9 tahun asal Sumedang itu meninggal dunia, ironisnya setelah ditolak 6 RS di Jakarta dan Tangerang
“Meminta Presiden untuk menerbitkan dalam bentuk Peraturan Presiden atau Peraturan Menteri, dimana salah satunya mengatur perijinan RS bisa dicabut hingga dipidana apabila menolak pasien BPJS,” ungkap Andre.
Andre juga meminta agar RS jantung terbesar di Jakarta, yang disebut-sebut menolak pasien BPJS itu untuk turut dievaluasi. Seperti diketahui, kasus yang menimpa M Rizki Akbar, tersebut menyebar secara viral di media sosial Facebook yang disampaikan pegiat kemanusiaan Yuli Supriati melalui akun Facebooknya. Ia menceritakan bagaimana Rizki ditolak enam RS penerima BPJS di Tangerang dan Jakarta hingga meninggal pada Sabtu (27/8).
Padahal, ayah Rizki setiap bulan dipotong pihak perusahaan untuk membayar iuran BPJS. Akan tetapi dengan alasan klise, keenam rumah sakit menolak memberikan pelayanan. Salah satu RS Jantung terbesar di Jakarta misalnya, hanya memeriksa Rizki tidak sampai 10 menit dan menyatakan pasien hanya menderitya batuk biasa.
“Pagiii sahabatku tercinta…trimakasih karna kisah ananda Rizki jadi perhatian masyarakat berkat sahabat semua,byk pertanyaan masuk mengenai kronologi penolakan 6 RS besar penerima BPJS dan penyakit apa yg merengut nyawa bocah cilik yg sedari kecil terlihat sehat ini.Saya sudah berjanji akan menceritakan secara detil lengkap dgn bukti2 surat rujukan dan sebuah resep pemberian obat batuk dr RS jantung terbesar di jkt yg di UGDnya memeriksa rizki tdk sampai 10 menit dan memulangkan ananda rizki dgn mengatakan anak ibu gak apa2 cm batuk dan radang biasa,tapi sptnya nasib bicara lain,sptnya kasus ini akan terbuka dan semoga dpt mengubah wajah pelayanan RS dan perbaikan program BPJS kedepannya,baru saja pagi ini saya dihub media elektronik yg menanyakan kronologinya dan meminta nomer hp orang tua rizki ,saya msh gemetar menahan tangis haru saat ini ,terbayang peristiwa sabtu malam di Eka hospital,sy ceritakan kembali yaaa…” tulis Yuli dalam akun Facebooknya. (Nan)