Aliansi Tadjimalela, Revolusi Kebudayaan Sumedang

6 January 2011 07:05 WIB
 
0

Situraja – Aliansi Tadjimalela memiliki misi untuk menggabungkan masyarakat yang peduli terhadap keberlangsungan seni dan budaya di kabupaten Sumedang, hal tersebut disampaikan salahsatu seniman yang berada pada barisan Aliansi Tadjimalela yaitu Dedi Hernawan salah satu praktisi Seni dari Mandalaherang, Kecamatan Cimalaka.

Dedi mengatakan walaupun Aliansi Tadjimalela bukan organisasi masyarakat (ormas) atau lainnya, menurut ia ,ada keinginan untuk merevolusi kebudayaan Sumedang.

“Aliansi Tadjimalela ini dibentuk secara spontan sehingga mempunyai sifat ‘ada’ dan ‘tidak ada’ dan bukan merupakan organisasi formal semacam seniman, lsm atau ormas tetapi merupakan aliansi yang peduli terhadap kesenian di Sumedang,”ujar  Dedi kepada sumedangonline di sanggar Sunda Mekar kemarin (6/1).

Dedi mengatakan ,Salah satu hal yang diharapkan Aliansi tersebut adanya reformasi dan transparansi pada tubuh Disbudparpora Kabupaten Sumedang, menurutnya di ketahui banyak hal yang harus di reformasi pada tubuh disbudparpora, ia mencohtohkan tidak sedikit pagawai Disbudpar menjadi nayaga, padahal menurut pemikiran ia, seharusnya (pegawai disbupar) menjadi aparatur yang mengabdikan dir i untuk masyarakat.

“Kami sangat paham bahwa orang – orang disbudparpora hampir seluruhnya berlatar belakang kesenian, tetapi seharusnya, ketika berada pada jam kantor, atribut seniman itu harus disimpan,” tambahnya, hal tersebut sesuai pernyataan draft  aliansi tadimalela

Aliansi juga berencana menggodok suatu draft persetujuan dan pernyataan sikap semua seniman di Sumedang. Salah satu isinya menuntut membubarkan lingkung seni  disbudpar, dan draft tersebut  akan disampaikan ke Menteri Kebudayaan dan Pariwasata Republik Indonesia, Gubernur Jawa Barat, Kepala Disbudpar Jawa Barat, Bupati Sumedang, Ketua Tim Akselerasi SPBS Kab. Sumedang, Ketua DPRD Kab. Sumedang serta  Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Sumedang.