Akbid Respati, Terakreditasi

28 October 2011 21:12 WIB
 
0
1595
Direktur Akademi Kebidanan (Akbid) Respati, mengaku saat ini akademi yang dikelolanya telah memiliki akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi. Photo:Iwan/SO

TOMO – Kepada reporter sumedangonline, Iwan Rakhmat, Direktur Akademi Kebidanan (Akbid) Respati, mengaku saat ini akademi yang dikelolanya telah memiliki akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi, dengan nomor 018/BAN-PT/Ak-XIDpl-III/X/2011 tentang Status, Nilai Peringkat, dan masa berlaku hasil akreditasi program diploma Perguruan Tinggi.

Dengan demikian, mahasiswa yang akan mengenyam pendidikan di Akbid Respati tidak perlu lagi khawatir seperti dengan rumor-rumor sebelumnya yang mengatakan Ijazah akbid Respati tidak diakui.

“Izin operasionalnya sendiri sudah keluar tahun 2007, dan tahun 2009 kita mendapatkan perpanjangan izin kembali. Dulu memang sempat gencar-gencarnya dimedia dengan isyu bahwa akbid Respati tidak diakui Ijazahnya, akibat polemik tersebut mahasiswa sempat mengalami penurunan, namun sekarang dari Yayasan setelah turunnya akreditasi ini siap untuk promosi kembali,” kata Teni Nurlatifah HR,S.ST.Mkeb, dikantornya, Jumat (28/10).

Menyinggung jaunya lokasi kampus di kawasan Tomo, Teni, menyebutkan justru hal tersebut merupakan sebuah peluang bagi Akbid Respati, “mengenai kampus jauh, yang ada diujung Sumedang (Tomo, red.), ini justru sebuah peluang strategis untuk membidik daerah lain misal Majalengka, kalau di ujung barat kan ada Jatinangor, nah diujung utara ada akbid ini, terus dengan pengembangan Ujungjaya dengan bandara internasionalnya, dengan pengembangan tol cisumdawu ini merupakan peluang akan jadi rame,” lanjut Teni.

Akbid respati mempunyai keunggulan adanya Hypnosys in obsisterik yang masuk kedalam kurikulum, Teni, mengklaim di Jawa Barat, kurikulum tersebut belum ada, dengan dikeluarkannya sertifikat Hypnosis, maka akan menjadi nilai unggulan bagi mahasiswanya.

“Ini akan bermanfaat bagaimana mengurangi rasa sakit pada saat ibu hamil dan ibu menyusui,” ungkap Teni, yang saat ini memiliki 13 Dosen.(iwan rakhmat)