Ajak Pemuda Sumedang Ke Masjid untuk Bentengi Diri

7 February 2018 01:35 WIB
 
0
Aktifis Pemuda Sumedang, Adillah Farid
Aktifis Pemuda Sumedang, Adillah Farid

SUMEDANG – Di jaman globalisasi peran pemuda sangat menentukan. Sebab itu, menurut Aktifis Pemuda Sumedang, Adillah Farid perlu adanya penguatan spiritual bagi anak muda khususnya pemuda muslim untuk membentengi diri dari masuknya faham yang tidak sejalan dengan agama maupun negara.
Salahsatunya dengan kegiatan kepemudaan di masjid tentunya bisa menjadi salah satu cara untuk membentengi para pemuda darin hal negatif di luaran. Dengan begitupun waktu luang bisa disalurkan kepada kegiatan yang fositif dengan berkegiatan di masjid.
“Idealnya, para orang tua dan pengurus masjid harus lebih melibatkan anak muda untuk beraktivitas dan berkreativitas di masjid, dengan kata lain harus ada strategi kreatif untuk menjadikan masjid sebagai pusat ilmu dan pengetahuan anak muda,” ucap Adillah.
Menurut pemuda yang baru saja menyelsaikan study kedokteran gigi di salah satu universitas di Bandung ini, materi yang diberikan tidak hanya melulu hanya soal agama, tetapi menjadi solusi persoalan lain, terutama yang dihadapi anak muda seperti masalah ketidakpercayaan diri, eksistensi diri, pencarian jati diri, atau yang lainnya.
“Jadi bisa disesuaikan dengan apa yang di hadapi saat ini oleh kaum muda. Masalah kepercayaan diri, dan eksistensi menjadi salah satu point yang menarik. Sebab jika mereka salah dalam menyalurkan eksistensinya, tentunya akan membawa dampak buruk juga bagi yang lainya, “ terangnya.
Adillah yang juga merupakan Dewan Pembina Forum Sumedang muda ini juga berpandangan masjid harus menjadi pusat kegiatan anak muda, mulai dari kesenian ataupun kreatifitas lainya. Intinya, dia melanjutkan, bagaimana menjadikan masjid sebagai wadah asyik bagi generasi muda untuk beribadah dan berkrativitas.
“Selama ini, pelibatan generasi muda di masjid sering terjebak dalam kegiatan rutinitas semata, misalnya peringatan hari-hari besar Islam dan sejenisnya, padahal banyak sekali peran dan fungsi anak muda yang bisa dikembangkan di masjid,” kata Adillah.
Menurut Pemuda yang juga anak dari Plt Sekda Sanusi Mawi ini, bila diberi anak muda diberi kesempatan bertumbuh di masjid, maka bisa menjadi aktor pemberdayaan umat, sekaligus penyebar syiar Islam ke tengah-tengah masyarakat, dengan program-program pembinaan dan pemakmuran masjid.
Untuk itu, Ia mengharapkan pemerintah dan stakeholder bisa memberi perhatian dan bantuan lebih. Menurut dia, Kementerian Agama bisa membentuk lembaga yang fokus membina dan memfasilitasi anak muda masjid, tentunya tetap melibatkan para ulama sebagai pembimbing.
“Dengan demikian banyaknya anak muda yang beraktifitas di Masjid, menarik teman-teman seusianya untuk beraktivitas di masjid dan bermanfaat bagi umat,” ujarnya. *** SEP

PROMO CONTENT
loading...