Adhi Karya Bidik Garap Tol Cisumdawu

26 July 2016 10:06 WIB
 
0
Jalan tol Cisumdawu ditargetkan selesai 2018.
Jalan tol Cisumdawu ditargetkan selesai 2018.
loading...

SUMEDANGONLINE, BISNIS: PT Adhi Karya Tbk, kembali berencana menjadi investor untuk ruas tol baru yang sedang Cileunyi-Sumedang- Dawuan. Emiten konstruksi itu bertekad untuk kian ekspansif di sektor jalan tol setelah sebelumnya juga menjadi investor untuk ruas Kanci-Pejagan sepanjang 35 km.
Direktur Utama PT Adhi Karya Tbk Budi Harto menyatakan pihaknya tengah memasukkan dokumen tender untuk ruas sepanjang 32,6 km itu dengan menggandeng BUMN jalan tol PT Jasamarga Tbk.
Budi menjelaskan dalam investasi tersebut, komposisi JSMR tetap sebagai pemegang kendali sebesar 75% sedangkan ADHI sisanya sebesar 25%.
“Ini kami sudah masukin dokumen lelang nya ke PU, sekarang sedang proses lelang. Doakan saja semoga sukses,” katanya seperti dilansir bisnis.com, Senin (25/7)
Dia melanjutkan untuk merealisasikan proyek dengan nilai investasi sekitar Rp10 triliun tersebut, ADHI memerlukan pendanaan sebesar Rp2 triliun. Rencananya pendanaan itu akan berasal dari pinjaman perbankan, pengeluaran bond dan ekuitas perseroan.
Adapun hingga saat ini Budhi menyebut telah menyiapkan pendanaan sekitar Rp600 miliar yang akan diambil dari kocek perseroan. Sementara untuk pinjaman dia berujar kemungkinan akan menjajaki bank BUMN
“Belum tahu mau ke siapa ini kan baru mau tender, biasanya, dari BNI, Mandiri, BRI,” imbuhnya
Sebelumnya badan usaha konstruksi itu menguasai maksimal 25% saham di perusahaan pemegang konsesi jalan tol Kanci—Pejagan di Jawa Tengah milik anak perusahaan PT Waskita Karya Tbk. Nilai saham tersebut setara dengan Rp699 miliar.
Adhi Karya tercatat sebagai kontraktor pelaksana sejak awal pembangunan jalan tol Kanci—Pejagan dan akan meneruskan peningkatan dan penyempurnaan ruas tol tersebut.
Sebagai pengganti biaya penyempurnaan jalan senilai Rp515 miliar, ADHI berpeluang menjadi pemegang saham baru pada ruas jalan tol sepanjang 35 kilometer tersebut. Selain biaya penyempurnaan jalan, ADHI juga mempunyai piutang senilai Rp184 yang akan diakumulasi untuk mendapatkan 25% saham di Kanci—Pejagan.
Sementara itu Direktur Utama PT Jasa Marga Tbk Adityawarman mengungkapkan bahwa pihaknya tak hanya akan bekerja sama dengan Adhi Karya , namun juga ditambah satu partner lain yakni PT Nindya Karya untuk menggarap ruas itu.
“Kami juga ajak Nindya Karya, jadi nanti komposisinya kami 55% Nindya dan Adhi masing- masing 22,5%,” ungkapnya
Menurut ketua paniltia lelang BPJT Eka Anas, ruas ini menjadi paling krusial untuk didorong pembangunannya kepada swasta. Eka mengharapkan agar dua ruas tersebut tak perlu dilakukan lelang ulang akibat sepi peminat.
“Kami sangat mendorong supaya BUJT tertarik di dua ruas ini, karena dua ruas lainnya sudah pasti peminatnya karena pemrakarsanya BUJT,” tuturnya.
Ruas Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) yang tengah memasuki tahap lelang terbagi menjadi enam seksi yaitu Seksi I Cileunyi-Rancakalong (12,025 km), Seksi II Rancakalong-Sumedang (17,05 km), Seksi III Sumedang-Cimalaka (3,75 km), Seksi IV Cimalaka-Legok (8,2 km), Seksi V Legok-Ujung Jaya (16,42 km)dan Seksi VI Ujung Jaya-Dawuan (4,23 km).
Berdasarkan keenam seksi tersebut, pemerintah telah mengerjakan seksi I dan II sepanjang 29,375 km, dengan pendanaan APBN senilai Rp1 triliun dan pinjaman China senilai Rp3,7 triliun. Sementara empat seksi lainnya sepanjang 32,6 km inilah yang akan ditawarkan kepada badan usaha dengan nilai investasi mencapai Rp10 triliun.***