Ada Peluang PAN dan Golkar Masuk KIH?, Ini Kata Politisi PDI Perjuangan

19 March 2015 23:46 WIB
 
2
960
Politisi PDI Perjuangan, Maruarar Sirait. Foto: Igun Gunawan
Politisi PDI Perjuangan, Maruarar Sirait. Foto: Igun Gunawan
Politisi PDI Perjuangan, Maruarar Sirait. Foto: Igun Gunawan
Politisi PDI Perjuangan, Maruarar Sirait. Foto: Igun Gunawan

CIMANGGUNG-Bergabungnya PPP ke Koalisi Indonesia Hebat (KIH) banyak pengamat politik menyebutkan hal serupa juga akan terjadi pada PAN dan Golkar. Peluang terbesar justru terjadi pada Golkar dimana kubu hasil Munas 2015, merupakan sosok yang dekat dengan Jusuf Kala.

Sementara untuk PAN, disebut-sebut sudah menunjukan gejala melunak dan mulai merapat ke KIH, apalagi jika diberikan jatah kursi menteri.

Menanggapi hal itu politisi PDI Perjuangan, Maruarar Sirait, menyebutkan PDI Perjuangan sangat terbuka bagi siapa pun untuk masuk ke KIH. Meski demikian, ia enggan jika disebut hal itu sebagai bagi-bagi kekuasaan.

“PDI Perjuangan tentunya sangat terbuka. Pak Jokowi kan orangnya sangat terbuka. Sangat low profile, dia bisa sama siapa saja, dia bisa bekerjasama. Yang pasti tidak ada bagi-bagi kekuasaan. Saling menghormati satu prinsip. Jadi dalam kebersamaan ini karena rakyat membutuhkan bukti,” ungkap Maruarar dalam sebuah acara di Cimanggung, Kamis (19/03/2015).

Namun tentu saja, PDI Perjuangan, akan belajar dari pengalaman karena dua partai yang digadang-gadang akan masuk ke KIH itu, sempat masuk dalam Setgab. Saat itu, sebut Maruarar, keberadaan Setgab justru dipandang tidak solid.

“Kita belajar dari Setgab dulu kan. Setgab dulu kan kalau tidak salah ada 6 partai. Demokrat, Golkar, PKS, PKB, PPP, PAN tapi sering tidak solid. Contoh, soal Bank Century sering tidak kompak. Tentu visi misi harus sama, jadi kalau bersama harus begitu,” tambahnya.

Ia juga membandingkan dengan keadaan saat ini. Maruarar mencontohklan, saat pembahasan APBN Perubahan, KIH dan Koalisi Merah Putih (KMP) dan berjalan dengan solid sehingga perjalan APBN Perubahan berjalan dengan mulus tanpa adanya hambatan.

“Tapi kan sekarang, APBN Perubahan berjalan baik. Saya lihat selama Pak Jokowi menyampaikan sesuai dengan ideologi PDI Perjuangan sesuai dengan kepentingan publik. Memegang peraturan perundang-undangan, didukung. Buktinya kemarin, bisa mulus kan APBN Perubahan 2015. Kita juga berterima kasih pada teman-teman KMP yang objektif dan rasional. Selama memang APBN yang diajukan Pak Jokowi itu dirasa manfaatnya buat rakyat, dengan proses yang benar. Mereka bisa terima,” pungkasnya. (ign)

2 COMMENTS

  1. Sy mungkin beda dgn bangAra mungkin juga dgn PAN — KIH vs KMP sdh lewat tak relevan lagi – dan tak penting dibahas — msh banyak kerjaan strategis besok hrs diselesaikan – sy setuju bang Ara ikut selesaikan banjir laten cimanggung