Abdullah Puteh raih gelar doktor

29 October 2010 16:35 WIB
 
0
444

JAKARTA: Mantan Gubernur Aceh Abdullah Puteh meraih gelar doktor ilmu pemerintahan dengan predikat cumlaude dari program pascasarjana Setyagama. Dia menyoroti keterkaitan kepemimpinan, SDM aparatur dan  anggaran yang berkontribusi pada keberhasilan otonomi daerah bidang agribisnis.

“Otonomi daerah harus diperkuat dengan anggaran yang sesuai dengan ketentuan sehingga bisa memajukan masyarakatnya terutama di bidang pertanian dan agribisnis,” ungkapnya pada sidang terbuka, kemarin.

Abdullah Puteh yang melakukan penelitian di Kabupaten Sumedang, mengatakan bahwa dana APBD terserap 50% untuk membayar gaji pegawai negeri. Sisanya untuk membiayai bidang lain sehingga untuk sektor pertanian mendapat anggaran yang kecil.

Padahal, sektor pertanian bisa menjadi kekuatan di berbagai kabupaten yang ada di Indonesia sehingga seharusnya para pemimpin daerah membuat berbagai kebijakan yang berpihak pada petani. Keberpihakan itu khususnya untuk memberikan dukungan yang lebih besar terhadap pengembangan agribisnis di daerahnya.

“Petani kita selalu dihadapkan dengan masalah modal, tetapi pemerintah tidak pernah memikirkan untuk mendirikan bank khusus bagi petani gurem. Ada bank yang untuk mendukung pertanian tetapi yang memakai dananya malah bukan petani. Tak heran kalau petani kita malah terjebak pada praktik renternir karena sulit mendapatkan bantuan modal,” ungkapnya.

Dari penelitiannya, kepemimpinan berpengaruh signifikan dan positif sebesar 32,54%,  SDM aparatur berpengaruh sebesar 33,19%, dan anggaran berpengaruh positif sebesar 34% terhadap keberhasilan otda bidang agribisnis di Kabupaten Sumedang.

Mantan Ketua KNPI dan pimpinan Golkar ini juga mendapatkan rekor MURI sebagai terpidana tapi tetap mempertahankan semangat juang untuk memperoleh gelar Doktor.

Ketua Museum Rekor Indonesia (MURI) Jaya Suprana mengatakan Abdullah Puteh menunjukkan semangat yang luar biasa dalam keterbatasannya untuk berjuang mendapatkan gelar doktor.

Saat menjadi terpidana, Puteh tidak memandang status hukumnya itu dalam menyelesaikan disertasinya. Bahkan statusnya tersebut memacunya untuk bekerja mencari data dan penelitian lainnya.

Puteh terpidana 10 tahun penjara pada kasus korupsi pengadaan helikopter diketahui bebas bersyarat 18 November 2009 dengan membayar Rp500 juta. Jaya menyatakan perjuangan Puteh patut diberi penghargaan karena ikut mengharumkan dunia pendidikan. “Kami anugerahi beliau dalam konteks Semangat Juang Terpidana untuk menyelesaikan gelar doktor,” jelasnya.(yn)

Oleh: Hilda Sabri Sulistyo

Sumber : http://web.bisnis.com/umum/pendidikan/1id217432.html