891 Warga Cilangkap Tolak Proyek Panas Bumi

6 April 2011 07:46 WIB
 
51

Rapat kerja DPRD menerima audiensi masyarakat buahdua dan conggeang Senin Pagi (4/4) berlangsung sampai lepas jam 12.00 wib membahas surat penolakan 891 warga cilangkap Buahdua atas pembangunan Geothermal atau tenaga panas bumi di kawasan Gunung Tampomas.

Seperti disampaikan oleh Heru salah seorang warga mengungkapkan pihaknya mengatasnamakan warga yang menandatangani pernyataan penolakan meminta pemerintah agar menghentikan proyek tersebut, hal yang sama disampaikan Dedi salah seorang anggota BPD Desa Cilangkap.  Sementara Kades Sekarwangi, Kusnadi menyatakan masyarakatnya saat ini sedang resah karena keberadaan proyek tersebut, Kusnadi mengatakan pemahaman warga terhadap keberadaan proyek ini dikhawatirkan mengundang musibah, beredar isyu dengan adanya proyek geothermal tersebut akan mengakibatkan gempa bumi, udara panas, hati wargapun panas, gunung pun akan meletus.  Bahkan ada yang meyakini akan mengakibatkan dewa marah.

Komar salah seorang tokoh buahdua mengungkapkan pihaknya tidak yakin dengan keberadaan proyek ini, terlebih masyarakat saat ini dalam kondisi tentram dengan penghasilan yang cukup baik dari pertanian. Komar mencemaskan keberadaan proyek akan mengganggu kesuburan lahan.  Sementara itu Edah dari aktivis lingkungan dari conggeang yang dikenal pemerhati sejarah menyatakan semua pihak diminta memperhatikan amanat leluhur untuk tidak mengganggu Gunung Tampomas.

Rapat yang dipimpin Dadang Romansyah Ketua Komisi D didampingi Ending Ahmad Sajidin Ketua Komisi A serta Dr. H. Asep Sumaryana selaku Wakil Ketua Komisi D juga berhasil menghadirkan direksi Wijaya Karya Jabar Power selaku perusahaan pemenang tender pengerjaan proyek tersebut.  Dalam paparannya Joko dari Wika Jabar Power mengatakan eksplorasi Panas bumi bukan merupakan proses pertambangan, melainkan merupakan eksplorasi pengelolaan panas bumi di kedalaman 2.000 meter yang selama ini paling aman dan ramah lingkungan.

51 COMMENTS

  1. Kalau menurut hemat saya Energi dari Panasbumi adalah energi yang paling ramah lingkungan dan dapat diandalkan kepanjang masa karena sifatnya terbarukan sampai anak cucu cicit. Pengambilan energi panasbumi tidak seperti menambang batubara, pasir tambang lainnya yang sifatnya mengupas tanah permukaan , atau membabat hutan dipermukaan, sehingga sangat rentan menimbulkan bahaya longsor, pencucian humus tanah yang subur, ataupun hilangnya mata air tanah. Karena luasan tanah yang dipakai untuk sumuran panasbumi hanya sekitar 1.5 – 2 ha saja. Hutan tidak dibabat , karena bertentangan dengan prinsip terbarukan hutan diperlukan untuk melindungi daerah resapan air. Air yang diambil bukan air tanah dangkal yang menjadi sumber mata air didaerah sekitar gn tampomas, air yang dipergunakan adalah air dalam bumi 2000 an meter dibawah permukaan. Dampak positipnya masih lebih banyak daripada negatipnya, dan kita perlu sadari bahwa kita tidak bisa egois terhadap daerah kita. Listrik yang kita pakai bukan dari daerah kita Gn tampomas. Masa kita hanya mau memakai tanpa mau mengusahakan sendiri. Energi Panasbumi akan membuat lingkungan kita terjaga kelestariannya. Mudah mudahan energi panasbumi yang di kembangkan di daerah kita menjadi energi yang bermanfaat bagi kita semua.

  2. jangan dijadikan PLTU Geothermal=PSSI

    kapan lagi sumedang punya PAD..??
    itu hanya bagi yang berkepentingan saja yang menolak..

  3. mungkin pengetahuan masyarakat sekitar yang belum mengerti secara jelas, jadi di manfaatkan oleh orang-orang yang tidak setuju untuk kemajuan Kab. Sumedang terutama daerah sekitar pengembangan panasbumi di Gn. Tampomas. Pembangkit Listrik Panasbumi adalah energi yang terbarukan yang artinya dapat terus menerus ada jika dikelolah dengan baik dan sangat ramah lingkungan karena pembangkit Panasbumi sangat bergantung dengan Hutan, namun untuk pengembang harus komit kepada masyarakat sekitar agar tidak terjadi hal yg tidak diinginkan di kemudian hari dan jangan lupa CSR/Pengembangan Masyarakat sekitar harus diperhatikan, jangan sampai seperti kacang lupa sama kulitnya…. GO GREEN ENERGY…..Maju untuk negaraku… maju untuk rakyat

  4. Pertama saya haturkaan terimakasih kepada sumedang online yang telah memuat berita ini.
    semua yang setuju dan menolak memang punya kepentingan tersendiri, maasyarakat yang menolak mempunyai dasar2 yang perlu diperhatikan.
    Kepada semua baraya yanag ada disini coba telusuri dari awal proses pembangunan PLTPB TAMPOMAS.
    disini kita jangan bicara yang PRO dan KONTRA, telusuri apa yang telah terjadi di lapangan.
    DAN INI TERJAWAB KETIKA Ada pertemuan di HOTEL HEGARMANAH CIMALAKA…

    haaaaa… saya salut kepada NARASUMBER yang didatangkan untuk kami.

  5. Teori tidak selamanya sama dengan kenyataan, buktinya di gunung dieng, geothermal dikeluhkan waraga. mun teu percaya. longok kaditu

  6. Prakiraan dampak negatif geothermal :
    a. Ancaman hujan asam.
    b. Terganggunya stabilitas tanah sehingga bisa menimbulkan bahaya erosi dan amblesan (subsidence) yang diakibatkan oleh pengeboran (Drilling) dan lalu lalangnya kendaraan pengangkut alat-alat berat (Trailler).
    c. Menyusut dan menurunnya debit maupun kwalitas sumber mata air tanah maupun sungai-sungai di sekitar area pembangunan yang akan menyebabkan gangguan pada kehidupan biota perairan dan menurunkan kemampuan tanah untuk menahan air.(fakta ini bisa dilihat dari menurunnya Debit Air Sungai Cibeureum G. Salak )
    d. Berubahnya tata guna lahan,
    e. Terganggunya kelimpahan dan keanekaragaman jenis biota air karena diperkirakan akan tercemar zat-zat kimia SO 2, C0 2 , CO, NO 2 dan H 2 S,
    f. Menurunnya kesehatan masyarakat sekitar karena udara akan tercemar gas H 2 S yang dihasilkan PLTP pada tahap uji coba sumur pemboran.

    Alternativenya, pemilihan lokasi harus jauh dari pemukiman, minimal 10 km. sedangkan yang terjadi saat ini hanya 200 meter saja.

  7. BUAT KANG SURAHMAN…
    KANG SURAHMAN… sumuhun kang abdi urang lembur padumukan di handapeun gunung tampomas, maklum umpami abdi BELEGUG sareung sakola oge ku suluh., tapi cobi telusuri deui tautan nu ku akan ditunjuk diluhur.. sing jeli macana.. terus hartikeun.. upami tos dihartikeun salajeungna ambil kesimpulan.
    punteun akh kang, upami lepat da MAKLUM ABDIMAH URANG LEMBUR..

    Tapi abdi hoyong naros ka akang,, saupamina liang jen ngebor aya gigireun bumi akang, akang bade kumaha?

  8. Wilujeng ka urang Cilangkap yang telah berjuang menegakkan hak. Kapitalisme memang harus di lawan Lur. Ulah sangenahna wae, keur naon sumedang boga Jati Gede, pan sawarehna keur tanaga listrik lin. Nu matak sabenerna teu perlu aya geothermal sagala. Dampak lingkungan Jati Gede wae sakitu rongkahna. ngaruksak lingkungan sumedang.

  9. Pertama saya minta maaf atas apa yang akan saya sampaikan.
    Menurut saya setiap apa yang dilakukan pastilah ada efek negatif dan positifnya, nah sebagai pengelola atau pihak yang akan mengerjakan proyek Tampomas ini harus betul-betul menyadari efek negatif yang akan timbul dan berusaha secara maksimal untuk mengurangi efek negatif ini seperti pencemaran H2S harus betul-betul ditanggulangi jangan sampai ada kebocoran dan menimbulkan polusi kepada lingkungan sekitar daerah proyek ini.
    Sementara kalau dilihat dari sisi positifnya saya pikir sangat bagus sekali dengan adanya PLTP ini maka kebutuhan listrik untuk masyarakat sekitar dan daerah yang membutuhkan nya akan terpenuhi dan juga dengan PLTP akan mendatangkan PAD serta secara langsung sangat mengurangi pemakaian bahan bakar karbon ke udara seperti yang digunakan pada pembangkit listrik konvensional, yang nyata-nyata menimbulkan efek pemanasan global yang telah mulai kita rasakan sekarang ini.

    Demikian komen dari saya sebagai orang awam, terima kasih
    Padamu negeri kami mengabdi

  10. KHUSUS KANGGO KANG SURAHMAN.. NU LINGGIH DI KOTA.
    Abdi mah rumaos urang lembur, sakola oge teu tamat mung tiasa ngadon bebetah di jepang 5 tahun utusan indonesia. Nu mawi abdimah sieu pisan sabab daerahna kirang menunjang, cacak-cacak kamari hujan gede, sapanjang jalan ti sekarwangi dugi ka cilangkap,pagoletak batu bawa cai. (mangga ku akang longok). Sangkilang eta teh can di kukumaha, komo deui ayeuna saupamina di BOR, sahenteuna kangge jalan sareng tempat ngebor piraku tatangkalan teu dituaran, Cik Kamana Jalan Mobil kanggo nyandak alat berat kanggo ngebor saupamina tangkal2 teu dituar. NAHA NGANGGE HELI.???? tah eta mah REALITA.. Acan teori dampak anu sabenerna…

    CING AKH KANG DIAJAR DEUI ULANG GAMPANG MONIS KITU WAE. cicing soteh dileubur, da urang deui oge teu kurang jelema2 anu lulusan sakola2 anu moyan di Luar. atawa di indonesia. hatur nuhun..

    salam ti urang lembur…

    eKH punteun hilap abdi sapogodos sareng KOMEN NU GADUH NAMI “URANG LEMBUR”
    nya ayeunama urang cobaan pindahkeun liang bor ka caket bumi akang (Maksadna ka bumi kang surahman) …………!!!!!!

  11. Kita lihat perjuangan masyarakat sumedang secara holistik, bukan dalam perspektif wilayah kecil seperti kecamatan atau desa namun sumedang dalam arti yang lebih luas. salah satunya adalah pengorbanan Jati Gede. Masyarakat Sumedang telah berkorban untuk kepentingan bangsa ini, dalam skala yang sangat besar. Beberapa kecamatan dikorbankan untuk menjadi area genangan air Waduk Jati Gede. Bukan hanya daerah rendaman saja, lingkungan sekitar ikut berpartisipasi dalam pasokan material untuk keperluan waduk. Jangan dikira hal tersebut tidak berdampak psikologis bagi masyarakat sumedang, khususnya saudara kita yang dipaksa harus meninggalkan tempat kelahirannya. Apakah pengorbanan tersebut belum cukup, sehingga harus ada proyek lain yang berefek pada lingkungan sumedang ? Atuh ngarangrangan tea meureun sumedang teh ari kitu mah. Deudeuh teuing.

  12. Mari kita bedakan antara explorasi dan eksploitasi. Ekplorasi adalah penggalian dalam batas potensi yang wajar sedangkan eksploitasi adalah penggalian melebihi kemampuan yang dimiliki oleh suatu objek tertentu, sederhananya seperti itu. Yang terjadi di Sumedang adalah sebuah ekploitasi, karena penggalian yang dilakukan melebihi kemampuan alam untuk menetralisir dampak yang ditimbulkannya meskipun dalam prosesnya dibantu dengan rekayasa teknologi manusia. Dua proyek besar yaitu bendungan dan geothermal dilaksanakan dalam wilayah yang sama, dan berimbas pada lingkungan sekitarnya. kabupaten yang sama.

  13. Salam hormat buat urang Cilangkap, Sekarwangi, Narimbang jeung sabudereunana, yang berani bergerak dalam kisaran yang nyata dan realistis. Saya yakin banyak, orang pinter dan bijak di daerah ini. Saatnya kepinteran kita digunakan untuk hal-hal yang positif dan membangun kelestarian alam.

  14. simkuring salah sahiji masarakat nu cicing di tutugan gunung tampomas, kacida sieun jeung paur atosna guping sareng ngiringan calik di gedung dewan jeung di hegar manah anu ngabahas geothermal. sareng kuring di ajak jalan jalan ka kamojang sareng gunung darajat. ternyata di kamojang sareng darajat ngambeu bau nu kacida bauna alah batan bau hitut haha. nya cek nu nyaraho etateg bau warirang meren engkena di lembur urang ge moal jaut ti kitu. sarua we jeng rek maehan rahayat ari sarupa kitu mah!

  15. Kanggo nu Nyebat Jenengan Pasir Ruyung, punten abdi ti kidul ngiring aub, sakedik. Nu kaangse bau di daerah geothermal teh, boh di kamojang atanapi di Gunung Darajat, eta nu disebat H2S tea. Rumus kimiana gas Hidrogen Sulfida yang terbentuk dari 2 unsur Hidrogen dan 1 unsur Sulfur. Satuan ukur gas H2S adalah PPM ( part
    per milion ). Nyaeta atuh bauna teu katulungan dugi ka aya nu ngalandih gas telur busuk, gas asam, asam belerang atau uap bau.
    Ieu Gas H2S teh terbentuk akibat adanya penguraian zat-zat organik oleh bakteri. Kumargi kita ieu gas ini sering aya di daerah operasi pengeboran minyak / gas dan panas bumi, lokasi pembuangan limbah industri, peternakan atawa
    lokasi pembuangan sampah.
    Tah eta nu kaangse ku salira didaerah geothermal kamojang atawa Darajat tea. Kabayangkeun nya, lamun tulus di Narimbang, anu jarakna ngan ukur 200 meter ti lokasi, meureun saumur-umur urang Narimbang ngangse bau hitut tea. Saleuheung nu gaduh duit ganti rugi tanah, bisa pindah ka daerah anu leuwih aman. Anu karunya mah ka masyarakat anu teu boga duit, kudu sangsara saumur-umur,cicing di daerah anu teu sehat. Sim kuring mah wani neguh, lamun tea mah tulus ieu proyek, jigana lembur sawah Campaka teh ukur jadi ngaran, deudeuh teuing Narimbang.

  16. Abdi mah satuju kana pendapat Euceu di luhur. Di Sumedang teh tos aya Proyek Jati Gede, bereskeun heula proyek eta, nepi ka masyarakat nu kakeueum kaubaran hatena. teu pabaliut jiga ayeuna. Komo mun bisa mah, pamarentah teh kudu merhatikeun sisi psikologis masyarakat anu kakeueum. Bere konpensasi lain ukur bangunan fisik wungkul, tapi oge keur keur ngubaran katugenah hate. Masalah geothermal, eta mah bahasan lamun, Jati Gede teu bisa ngahasilkeun listrik. eta kakara ngaranna, perencanaan yang gradual, melalui tahapan yang jelas, argumentasi yang logis, dan terhindar dari kesan kapitalis, atau pemihakan pemerintah kepada pemodal. Argumentasi yen urang sumedang ulah hayang makena wae kanu listrik, bari embung berkorban, secara otomatis tidak terbukti, sabab sumedang sudah berkorban untuk negara terncinta , dengan memberikan potensinya untuk dimanfaatkan rakyat Indonesia di daerah lain, buktinya manfaat tina bendungan Jati Gede. Kirang naon deui atuh Pangagung ?

  17. Kanggo nu Nyebat Jenengan Pasir Ruyung, punten abdi ti kidul ngiring aub sakedik. Nu kaangse bau di daerah geothermal teh, boh di kamojang atanapi di Gunung Darajat, eta nu disebat H2S tea. Rumus kimiana gas Hidrogen Sulfida nu terbentuk tina 2 unsur Hidrogen dan 1 unsur Sulfur. Nyaeta atuh, bauna teu katulungan dugi ka aya nu ngalandih kana gas ieu nyaeta gas telur busuk, gas asam, asam belerang atau uap bau.
    Munculna ieu gas akibat ayana penguraian zat-zat organik ku bakteri. Kumargi kitu, ieu gas biasana aya di daerah operasi pengeboran minyak / gas dan panas bumi, lokasi pembuangan limbah industri, peternakan atawa
    lokasi pembuangan sampah.
    Kabayangkeun nya, lamun tulus geotermal di Narimbang, anu jarakna ngan ukur 200 meter ti lokasi, meureun saumur-umur urang Narimbang ngangse bau hitut tea. Sim kuring mah wani neguh, lamun tea mah tulus ieu proyek, jigana lembur sawah Campaka teh ukur tinggal ngaran wungkul. Kahoyong mah alihkeun kanu rada jauh ti lembur atuh. Nya atuh jiga-jiga nu di lembur batur. ulah nampeu teuing ka dapur batur. Da sarua boga hak keur hirup tumaninah. Hatur nuhun

  18. @pa armand : sedikit koreksi,, tahap eksplorasi merupakan tahap survey ato pencarian ato pembuktian bahwa di lokasi yg ditentukan terdapat material yg dicari, entah minyak, gas, atau panas bumi. walaupun ada penggalian, namun belum ada pengambilan potensi, krn masi ada uji sumur lainnya u dapat ditentukan apakah sumur tersebut bisa dieksploitasi dan diproduksi atau tidak. sedangkan tahap eksploitasi memang sudah tahap pemanfaatan potensi untuk kegiatan produksi, namun bukan berarti selalu dilakukan penggalian melebihi kemampuan alam seperti yang bapak sampaikan. mohon diperhatikan koreksi tersebut, agar tidak menjadi simpang siur dan mengakibatkan kesalahpahaman oleh warga sekitar.

    salam

  19. Sifat dan Karakteristik Gas H2S mempunyai sifat dan karakteristik antara lain :
    ? Tidak berwarna tetapi mempunyai bau khas seperti telur busuk pada konsentrasi rendah sehingga sering disebut sebagai gas telur busuk.
    ? Merupakan jenis gas beracun.
    ? Dapat terbakar dan meledak pada konsentrasi LEL (Lower Explosive Limit ) 4.3% ( 43000 PPM ) sampai UEL ( Upper Explosive Limite ) 46% ( 460000 PPM ) dengan nyala api berwarna biru pada temperature 500 derajat F ( 260 0C )
    ? Berat jenis gas H2S lebih berat dari udara sehingga gas H2S akan cenderung terkumpul di tempat / daerah yang rendah. Berat jenis gas H2S sekitar 20 % lebih berat dari udara dengan perbandingan berat jenis H2S : 1.2 atm dan berat jenis udara : 1 atm.
    ? H2S dapat larut (bercampur) dengan air ( daya larut dalam air 437 ml/100 ml air pada 0 0C; 186 ml/100 ml air pada 40 0C ).
    ? H2S bersifat korosif sehingga dapat mengakibatkan karat pada peralatan logam dan hal ini rawan menimbulkan kebocoran

    2. EFEK FISIK GAS H2S TERHADAP MANUSIA
    Efek fisik gas H2S terhadap manusia tergantung dari beberapa faktor, diantaranya
    adalah :
    a. Lamanya seseorang berada di lingkungan paparan H2S.
    b. Frekuensi seseorang terpapar.
    c. Besarnya konsentrasi H2S.
    d. Daya tahan seseorang terhadap paparan H2S.
    Tabel 1. Tingkat konsentrasi H2S dan efek fisik gas H2S]
    Tingkat H2S (PPM) Efek pada manusia
    0.13 Bau minimal yang masih terasa
    4.6 Mudah dideteksi, bau yang sedang
    10 Permulaan iritasi mata dan mulai berair
    27 Bau yang tidak enak dan tidak dapat ditoleransi lagi.
    100 Batuk-batuk, iritasi mata dan indera penciuman sudah tidak berfungsi
    200 – 300 Pembengkakan mata dan rasa kekeringan di tenggorokan
    500 – 700 Kehilangan kesadaran dan bisa mematikan dalam waktu 30 – 1 jam
    Lebih dari 700 Kehilangan kesadaran dengan cepat dan berlanjut kematian
    Menurut ACGIH (American Conference Of Govermental Industrial Hygienists) :
    ? Nilai ambang batas (TLV-TWA / Threshold Limit Value-Time Weighted Average) H2S adalah 10 PPM, yang didefinisikan sebagai konsentrasi ratarata yang diperkenankan untuk pemaparan selama 8 jam sehari atau 40 jam seminggu. Pekerja dapat terpapar secara berulang tanpa menimbulkan gangguan kesehatan pada konsentrasi 10 PPM (Occupational Exposure Limit for Chemical Substances).
    ? Sedangkan nilai ambang batas yang merekomendasikan bahwa pekerja tidak boleh terpapar H2S untuk jangka waktu maksimal 15 menit adalah bila paparan melebihi 20 PPM atau yang disebut dengan TLV – STEL (Treshold Limit Value – Short Term Exposure Limit ).

    Efek fisik gas H2S pada tingkat rendah dapat menyebabkan terjadinya gejalagejala
    sebagai berikut :
    – Sakit kepala atau pusing
    – Badan terasa lesu
    – Hilangnya nafsu makan
    – Rasa kering pada hidung, tenggorokan dan dada
    – Batuk – batuk
    – Kulit terasa perih

  20. Abdi mah hoyong terang kelanjutan anu di HEgar MAnah. WIKA JABAR sareng RENGRENGAN kabupaten Sareng Aya Wakil Ti Propinsi nyandak AHLI PANAS BUMI INDONESIA.. PUNTEUN kedah di tanda kutip+ aksarana dikandeulan tapi tong di ITALIC bilih dengdek salamina KANU kalimat AHLI PANAS BUMI INDONESIA, saur mantena rehna lokasi WKP PANAS BUMI TAMPOMAS adalah salah sareung anjeuna ngajak taruhan upami proyek ieu dijalankeun. PErusahaan RUGI, Kanteunan ari masyarakatmah PASTINA BAKAL BALANGSAK….. sok akhhh,,, wartosan masyarakat ku berita anu jelas,,, SAURNA UPL/UKL atos aya TAPI MASYARAKAT SEKITAR TIDAK DILIBATKAN..

  21. Implementasi dari kapitalisme adalah memposisikan modal sebagai panglima dalam segala pengambilan keputusan bahkan manusiapun diposisikan sebagai komoditas yang pasif yang harus menunjang agar materi menjadi berlimpah untuk pemilik modal. Apalagi Alam, ekploitasi yang dilakukan terhadap alam, adalah suatu peluang besar untuk mengembangkan modal menjadi lebih besar, dan akhirnya menguatkan kesempatan untuk berekspansi kebidang lain. Kenyataan itu yang menyebabkan, pemilik modal merupakan juragan yang harus disembah ku sarerea, meskipun itu harus mengorbankan harga diri, baik secara personal ataupun komunitas. Pada akhirnya terjadi ketidak seimbangan hak antara dua golongan yang berbeda. Nu beunghar mah sagala babari, sedengkeun nu sangsara mah, kudu ti susut tidungdung, ukur keur mertahankeun hakna. Boga kahirupan anu tentrem ge dilembur, bari sagala saayana, hiji waktu mah kudu diridokeun keur kapentingan batur. Sedengkeun batur, mana teuing, mikiran karipuh urang lembur. Tapi urang lembur, tetep percaya, Yen Nu Maha Kawasa mah adil. Mun tea mah kudu kajadian, mangga teh teuing, nu penting usaha samampu jeung sakadugana. Masalah eta hak urang lembur dicokot batur, ken we heula, engke oge bakal dibikeun deui alam akhir. Nagbeberah hate ieu mah.

  22. Kapitalisme sudah di pelihara….. alam, ilmu, ketenangan akan dilacurkan dan diperjual belikan….demi keuntungan semata.What the f…, 4 birokrat di Smd….. hati2 Rakyat sekarang bukan rakyat jaman soekarno dan suharto….. so be carefullwith your will, your passion abaout power…..We’r watching U. (Grean peace)

  23. tong bosen2 bosen urang ngabelaan hak urang. da urang teh di bere kabebasan ker nagluarkeun unek2 ka tugenah manah urang. sabab rek kusaha deui nangtukeun nasib urang ari lain ku urang mah MERDEKA!!!!!!!

  24. Rarasaan ieu mah ceuk rarasaan…… jigana moal tulus Geotermal teh. Sok we bayangkeun, rek naon nu jieun alesan.. keur sumedang. Listrik geus boga jati gede, malah mah jumlahna nepi ka 110 MW. sedengkeun Tampomas mah ukur 40 MW. Bandingkeun we atuh jang, kurang ti satengahna. Cukup we sakitu ge keur sumedang mah, Ulah kalelewihi. bisi jadi matak. Geotermal teh karasa mangmafaatna, kunu jauh ti lokasi, ari nu deukeut mah, bau we nu aya. Acan resiko sejenna. Nu matak asa hookeun lamun keukeuh dipaksakeun. Kauntungan keur saha atuh ?

  25. Hatur nuhun palawargi sadayana parantos berjuang mempertahankeun hak urang kanggo kelestarian alam sareng katengtreman wargi urang di kampung. Subhanallaaaaaaah……………………….
    Barudak urang tos palinter, wawasana tos laluhur, nyarios sesuai data sareng fakta, oge urang tos uninga awon saena. Urang sebagai leluhur oge tos sadar kunaon masyarakat abdi mani hariwang?
    Mangga urang rapihkeun heula administrasi urang, kirangan kegagalan-kegagalan proyek, urang mangfaatkeun pajak lebet sadayana kangge katengtreman masyarakat.
    Upami proyek ieu bakal tiasa nyiptakeun lapangan kerja kanggo putra daerah, sakedik dampak negatifna, leres penataan sareng tanggeng walerna, insya Allah bakal jadi……………upami tos rada nyimpang? Mangga tanggeng waler.
    Wilujeng kapara aparat setempat, sareng para leluhur geura buktoskeun kadeudeuh urang ka aranjeuna di handapeun Tampomas.

  26. ” Tanggung jawab “, hiji bahasa anu kacida ngareunahna diucapkeun, Ku sarerea jeung ku saha wae. Komo ku pihak-pihak anu perlu ngayakinkeun pihak sejen pikeun hiji kapentingan. Bahasa “Tanggung jawab” adalah bahasa yang efektif untuk membentuk kepercayaan atau proses ” Trust Building “. Lamun kapercayaan geus terbentuk, sagalanya jadi babari, sabab kahariwang pihak sejen bakal ngurangan. Nu jadi permasalahan, ” tanggung Jawab “, aya batasna. Aya ” Tanggung Jawab ” anu diterjemahkan secara sederhana (simplycite), cukup ku ganti rugi, maka permasalahan dianggap rengse. Hal ieu anu jadi kasieun urang lembur. Saperti Kajadian banjir lumpur LAPINDO, bentuk tanggung jawab disederhanakan dalam bentuk ganti rugi materi. Permasalahan dianggap anggeus lamun masyarakat geus meunang ganti rugi. Padahal henteu kitu. Aya sisi lain anu leuwih jero. Katugenah hate, leungitna pagawean, tekanan psikologis barudak. Nu matak, Lamun masyarakat meunang milih, “tanggung Jawab” anu dihareupkeun ti perusahaan nyaeta Raatkeun Banjir Lumpur jeung balikkeun deui kondisi alam jiga baheula. saacan kajadian bencana tea. Tapi pan euweuh nu bisaeun jiga kitu. Tah didieu nu sebut keterbatasan ” Tanggung Jawab ” saperti disebutkeun diawal tadi. Pon kitu deui Proyek Geothermal. Nepi kamana batas “Tanggung Jawab” pelaksana proyek, boh pamarentah atawa perusahaan. Nu dipkasieun ku urang lembur, Dampak yang ditimbulkeun, ngaleuwihan kamampuan “Penanggung Jawab” dina ngatasina. Kunaon urang lembur sieun kitu ?. Sabab urang lembur ningali kajadian didaerah sejen, yen mun geus aya kajadian sarupa kitu, euweuh nu bisa nyageurkeun deui iwal ti Kakawasaan Anu Maha Agung. Mangga emutan……, tambi ngalamun.

  27. Kang Mul, PAD teh naon?paragi naon eta PAD teh wartosan abdi maklum rumaos belugug urang kampung bau lisung, kapentingan saha tah PAD teh? (nu jelas mah urang kampung apal PAD teh pendapatan nu sok dikorowotan ku jurig koruptor ) Fakta mana jalan kabupaten nu alus di Sumedang, mana pelayanan publik nu alus diSumedang, pertanyaana deui kamana atuh eta si PAD teh???

  28. sy angat setuju apa yg di uraikan utun. permaslahan tanggung jawab. yg sangat mudah di ucapkan tp sangat berat untuk di jalankan. meski dlm bentuk apapun, apalagi soal pengembalian hak2 yang tidak dapat di kembalikan dalam bentuk materi.

  29. Jang… batur geus kalang kabut, bingung ku lampah sorangan. Sihoreng teh sosialisasi teu ngahasilkeun nanaon. Kalahka silih salahkeun. Rapat kerja antara pangagung jeung pausahaan teu meunang kata sepakat. Kade ulah galideur jang, anggeur waspada, caringcing pageuh kancing, saringset pageuh iket. Ulah wara keprok jang. perjuangan can anggeus. Pek barela masyarakat teh ku maneh. Da uwa mah geus kolot. Mun keur ngora keneh mah, meureun uwa ge ngiluan. Abring-abringan jeung maraneh. Tapi sanajan kitu, tong salempang jang. Hate jeung doa masyarakat marengan, Kade ulah poho ngadua ka Pangeran. Supaya lengkah urang diridoan ku Mantenna. Amin

  30. buledkeun tekad jang tong sieun ku panyingsieunan. da hak urang ari embungmah. da geotermal teh can tangtu matak ningkatkeun ekonomi nu leutik. malah para koruptor nu bakal suka bungahmah bismilah we angkat berjuang mah.

  31. Banyak sekali dampak negatif yang bisa terjadi dari eksplorasi geothermal, baik dampaknya pada lingkungan atau dampak sosial. Tapi pemerintah desa seolah membebankan kepada warga untuk menyetujui program tersebut,,,,, toh gossipnya aparat desa bila program tersebut terlaksana,gajinya naik 100% lohhh dana yang akan mereka terima menurut gossip yg tersebar ternyata cukup menggiurkan! thx

  32. mudah2an aparatur pemerintah dan wakil rakyat dapat mendengar suara rakyat baik yang ada di desa maupun di tingkat yang lebih tinggi. jangan jadikan rakyat hanya sebagai korban dari birokrasi yang kurang bertanggung jawab dan hanya memikirkan masalah pad tanpa memikirkan pam.

  33. ajaklah sosialisasi para tetangga desa karena masalah geotermal itu menyangkut lingkungan yang lebih luas tidak hanya yang dijadikan lokasi pengeboran saja.

  34. gunung teh paku dunya saurnateh. tpi asa leres upami di emutan nu langkung paos mah. margi gunung teg sok ngaluarkeun sirah cai ari cai salwasna palid ka nu handap. nu kamangpaatana dugi ka laut. ari ieu rek di korowek peugeuh ku galian keusik.

  35. di cilangkapmah ges ti bareto wani nolak teh jeng langsung ka DPR deuih waranian siiiiiip lah. teu cara urang narimbang ka BPD ge euweuh kawani kalahka omong mereipan di jero sarung. rek kumaha nepina aspirasi urang teh ari kawas kitu mah.

  36. pmerintahan di desa narimbang seolahiolah tidak pro rakyat. malah ada masalah yang menolak itu di anggap sebagai propokator dan lawan politi pakuwu. di kemanakan hak bersuara dan berpendapat. apa karna sekarang sudah ga ada lagi penataran P4. awas pancasila dan uud’45 jangan hanya jadi slogan doang amalkan dong.

  37. Setuju jang, masyarakat ayeuna mah geus ngalarti kana hakna. Semakin ditindas akan semakin muncul keberanian untuk melawan untuk memperjuangkan hak mereka. Nu matak jangan coba-coba untuk merampas hak masyarakat. karena mereka siap untuk melawan dengan sepenuh hati.

  38. Nu ngarukasak alam Gunung Tampomas ku aing disebakeun tah ka nu ngageugeuh di Cikakapa …..kop tah Buyut Cikakapa, Buyut Pagaden…. cokcrok polona….. sebit atina…..nu rek ngaguna sika sarakan urang teh……, saha wae jalmana ti mana wae jalmana….. nu teu ngahargaan ka alam jeung katengtreman Gunung Tampomas…….. dahar daging na, legleg tulangna teu paduli Presiden, menteri, gubernur, bupati komo level camat…… mah…………..raosan nu bakal tumiba kaanjeun….. sia nunyieun…. sia nu nghakan……….

  39. Enya qtu….da ti baheula ge urang sumedang mah lolobana resep ngukut kabodoan & resep dibobodo…matak bupati ‘cacad’ ge angger we diparilih… aya proyek Jatigede, ribut makam embah anu, patilasan prabu anu… ayeuna masalah explorasi panas bumi masih ribut oge…matak ti baheula sumedang teu maju-maju…

  40. sy kurang setuju apa yg di katakan innsunmedal orang sumedang bodo. tp sebaliknya rayat sumedang dah pd pinter. masalah bupati sekarang udah saatnya di perbaiki cacadnya. hentikan proyek geotermal sebelum terjadi. selesaikan dl jatigede. karena masy sumedang dah banyak yg menderita. jangan tambah lagi dengan derita H2S yg di akibatkan dr perutbumi. benahi duluu birokrat. jujur lah kalian tujukan keberpihakan pada rakyat jangan di jadikan kelinci percobaan. berantas KKN tegakan KEJUJURAN.

  41. Lamun calon bupati anu rek maju pilkada, sanggup ngeureunkeun proyek geotermal, dijamin daerah kecamatan conggeang jeung buah dua bakal ngadukung eta calon. 80 persen suara dijamin asup tah. loba tanaga potensial yang bisa bergerak. Peluang tah…….. ngadagoan naon deui………?

  42. Kumaha tah kanggo nu bade nyalonkeun janten bupati, aya tawaran ti masyarakat conggeang jeung buah dua…… lebar…..mun dilepaskeun. Teu hese atuh keur calon mah ari ukur ngeureunkeun proyek model kitu mah……Sok lah diantos, ku masyarakat.

  43. sateu acan na hpntn abdi jalmi teu nyakola ngring cloteh,k sadaya na warga nu aya d sabundereun G TAMPOMAS kudu siaga sauyunan mempertahan ken klstarian g tmpomas,ges pejeh ku tmbng pasir+geothermal eta ku galian wae ge ges sktu ruksak na sidik eta menak teu nyaah k rakyat nu aya d sbndrn tampomas…@k urang narimbang~beja na p kuwu na mani antek satuju,gareing kn ah tong ngagampang kn nyebut tnggung jwb dunya akherat th;bisi k tulah ku lmpah srngan..Htr nhn semoga smd onli ne tambah sukses..1x deui cang bibira nu rek ngropea g tmpmas mh

  44. cekap warga jati gede nu janten korban kasarakahan para gegeden. mangga urang pertahankeun hji2na har ta urang sumedang GUNUNG TAMPOMAS

  45. patani sehat nagara kuat,hayu sasarengan cuang mumule tur lestariken alam tampomas meh subur makmur gemah ripah loh jinawa, lestari alam ku lestari desaku

  46. matakna milih bupati & dewan kudu urang sumedang asli meh apal ka ayaan rakyatna, ex jargon sumedang puseur budaya sunda tapi bupati teu ngarti naon ari budaya sunda, ieu balukarna sumedang jadi makalangan

  47. can nyahoeun manehna euy, perjuangan jelema nu dianggap bodo teh geuz rek nepi k tingkat mentri jeung geuz loba nu ngadukung, teu nyahoeun aya aturan nu dilangkahi meureun hahahahaha, teu nyahoeun carana kaluar IUP kawas kumaha meureun?. Ngagugulung wae PAD bari jeung di harakanan ku gegeden. Sugan nu nyebut belegug teh k cepretan duit bauna sigana mah. Hey urang cilangkap,sekarwangi jeung narimbang terus berjuang keur kahadean urang sarerea. Tetep sa hate sa beungkeutan….! Sugan we geothermal teh dipindahkeun di taman endog hahahaha