8 Bangunan SD dan Satu SMP Terancam Longsor

6 June 2011 18:37 WIB
 
0

Jadi Jutawan Cuma Modal Nulis

Sebanyak delapan Sekolah Dasar (SD) dan satu Sekolah Menengah Perama (SMP) di Kab. Sumedang dinilai rawan terkena bencana longsor serta harus mendapat prioritas penanganan. Kondisi sekolah tersebut, menurut Kepala Dinas Pendidikan Kab. Sumedang H. Eem Hendrawan, diketahui berdasarkan hasil survei pihaknya baru-baru ini terhadap sekolah-sekolah di Sumedang yang berada di daerah rawan bencana.

Kesembilan sekolah tersebut, tutur Eem, masing-masing SD Cinangsi, Kec. Cisitu, SD Karangbungur, Citaman, Gendereh, dan SD Hariang di Kec. Buahdua. Kemudian SD Pasanggrahan di Kec. Sumedang Selatan, SD Sindulang di Kec. Cimanggung, SD Kertamekar di Kec. Tanjungkerta, serta SMP Ciranggem di Kec. Jatigede.

“Kesembilan sekolah itu berada di daerah rawan longsor dan terancam terkena bencana longsor. Malahan seluruh bangunan SD Cinangsi yang berada di Dusun Ciumpleng, Desa Cinangsi, Kec. Cisitu, sudah dibongkar total pada tahun 2010 karena lahannya turut terkena bencana pergerakan tanah,” ujar Eem Hendrawan, Senin (6/6), lalu menambahkan, dari sembilan sekolah itu terdata saat ini ada 34 ruang kelas yang sudah rusak berat dan hancur.

Dia menyebutkan, survei tersebut dilakukan pihaknya antara lain untuk mengetahui kondisi bangunan sekolah dan keberlangsungan aktivitas belajar mengajar. Selain itu, survei tersebut sekaligus dilakukan Dinas pendidikan Sumedang untuk bahan pengajuan bantuan perbaikan sekolah kepada Provinsi Jawa Barat.

Eem berharap ke-34 ruang kelas yang rusak dan hancur akibat bencana di sembilan sekolah itu, bisa mendapat bantuan dan didirikan kembali pada tahun ini melalui program pendirian ruang kelas baru dari Pemprov Jabar tahun anggaran 2011.

Sementara itu Pemprov Jabar melalui Dinas Pendidikan Jabar, juga telah merencanakan bahwa dalam waktu dekat ini akan melakukan survei untuk menentukan sekolah-sekolah di Jawa Barat yang akan mendapat bantuan tersebut. “Untuk memperoleh bantuan itu, data hasil survei kami itu pun, belum lama ini juga sudah kami ajukan ke Pemprov Jabar,” ujar Eem.

Sementara itu, sebelumnya Eem Hendrawan juga sempat menerangkan, sejak tahun 2008 hingga 2010 di Sumedang terdata lebih dari 1700 ruang kelas SD rusak berat.

Sementara perbaikan ruang kelas yang mampu dilakukan Pemkab Sumedang selama kurun waktu tersebut hingga saat ini baru mencapai 783 ruang kelas. Masalahnya, menurut Eem, karena kemampuan anggarannya terbatas, sementara ruang kelas yang mengalami kerusakan setiap tahun terus meningkat, baik akibat terkena bencana dan yang rusak karena faktor usia bangunan.(A-91/A-147/pikiran-rakyat.com)

sumber : pikiran-rakyat.com