Di Sumedang 50% Jalan Rusak Berat

1 April 2010 07:37 WIB
 
1

DPU – Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sumedang Eka Setiawan mengatakan, 50% jalan di Kabupaten Sumedang rusak berat.Dari 796 km ruas jalan yang ada,lebih dari 350 km dalam kondisi berlubang dan belum beraspal.

Perbaikan dan perawatan jalan rusak tersebut membutuhkan anggaran Rp117 miliar.“Kami pernah mengajukan anggaran perbaikan dan perawatan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dalam APBD Kabupaten Sumedang 2010.Namun, yang terealisasi hanya 3% dari angka yang diajukan.Padahal bila dirata- ratakan, perbaikan jalan setiap kilometernya membutuhkan anggaran sebesar Rp500 juta,” terang Eka. Akibatnya,lanjut dia,Dinas PU kesulitan melakukan peningkatan kualitas ruas-ruas jalan di wilayahnya itu.

“Dana yang cair untuk perbaikan, pemeliharaan, dan peningkatanjalanhanya Rp15miliar.Itupun tidak semuanya dari APBD Kabupaten Sumedang,sebagian dari APBD provinsi melalui DAK dan dari anggaran pusat.Untuk perbaikan secara total masih jauh,”tuturnya. Menurut Eka, dari anggaran sebesarRp15miliar, Rp7miliardiantaranya berasal dari APBD Kabupaten Sumedang.Pemprov Jabar sendiri telah menyalurkan anggaran sebesar Rp20 miliar ke Pemkab Sumedang, tetapi anggaran itu meru-pakan bantuan untuk berbagai sektor.

Alokasi untuk pembangunan atau perbaikan ruas jalan hanya sebagian kecil. Padahaluntukpeningkatankualitas jalan dari Kecamatan Cibugel hingga perbatasan Kabupaten Garut, dibutuhkan sedikitnya Rp 3,85 miliar,kemudian untuk ruas jalan Cigarukgak di Kecamatan Buah Dua dibutuhkan Rp3,5 miliar. Peningkatan jalan yang dimaksud, menurut Eka,yaitu pengaspalan untukruas- ruasjalanyangsebelumnya belum pernah dilapisi aspal. “Sedangkan masih ada tiga ruas jalan lainnya yang membutuhkan peningkatan, dua ruas jalan butuh perbaikan dan tiga ruas jalan lainnya membutuhkan pemeliharaan secara periodik.

1 COMMENT

  1. ass wr wb,
    saya turut prihatin atas kondisi infrastructure / jalan di wilayah kabupaten sumedang hampir rusak seluruhnya, lebih prihatin juga atas kondisi jalan jalur cimalaka – kojengkang, yang baru beberapa bulan dilaksanakan sudah terlihat rusak kembali, hal tersebut karena kualitas pekerjaan yang tidak sesuai, sedangkan beban jalan yang diterima sangat berat dengan padatnya lalin DT yang kapasitas muatnya material +/- 20 m3 per DT, tolonglah paraa pejabat pembuat komitmen agar diperhatikan, rakyat jangan dibohongi ,,,, karena mereka sudah pada pintar, tau spesifikasi teknis tentang konstruksi, baik pada saat proses lelang maupun proses pelaksanaan, tolong ,,,, tolong, jangan hambur2 kan uang rakyat ,,,, ingat ingat