400 Hektar sawah rusak berat akibat bencana alam di Sumedang

2 October 2016 07:05 WIB
 
0
Akibat meluapnya sungai Cicapar ratusan hektar sawah rusak berat.
FB Desa Situraja Utara
Akibat meluapnya sungai Cicapar ratusan hektar sawah rusak berat.

SUMEDANGONLINE: Meski bencana alam di Kabupaten Sumedang lebih dari sepekan. Namun sampai hari ini Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Kabupaten Sumedang, belum mempunyai data objectif berkaitan dengan jumlah sawah yang terkena bencana tersebut. Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Kabupaten Sumedang, Yosef Suhayat, hanya memprediksi jika jumlah kerugian akibat kejadian bencana alam itu mencapai 300 sampai 400 hektar.
“Diperkirakan di lima atau enam kecamatan itu mencapai 300 sampai 400 hektar, tapi kami belum punya data yang objektif mengenai itu. Karena betul-betul harus terukur, biar nanti kita perjuangakan untuk pengajuan, ya minimal untuk penggantian benihnya,” kata Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Kabupaten Sumedang, Yosef Suhayat, pada reporter SumedangONLINE, Iwan Rahmat Purnama.
Namun sebut dia, ada 45 hektar yang sudah masuk dalam Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) akan mendapatkan penggantian oleh Jasakindo per-hektarnya Rp 6 juta. “Sekarang lagi kita lengkapi persyaratannya, agar supaya nanti, mudah-mudahan awal Oktober itu petani yang mengalami musibah yang masuk AUTP, bisa mendapat penggantian Rp 6 juta per-hektar,” imbuhnya.
Disinggung, daerah mana saja yang terkena imbas bencana alam tersebut. “Kalau tidak salah itu yang terluas di Kecamatan Situraja di pinggiran kali Cicapar itu kurang lebih sekitar 120 hektar. Karena adanya banjir bandang, kanan kiri Cicapar, semua habis. Kondisi pertanamanannya ada yang mau panen, baru tanam. Terus Kecamatan Sumedang Selatan, Ganeas, Tomo, di Rancakalong juga ada. Kami sedang mutahirkan, Insyaallah dalam waktu secepatnya, itu data yang objectif, saya tidak mau ada yang tertinggal. Kasihan, kalau yang mendapat musibah tidak mendapat kebagian, kami sudah melakukan pendataan dan kami sudah intruksikan kepada semua baik PPL maupun UPTB,” pungkasnya. (iwn)