40 Rumah Di lokasi Translok Rusak Berat

12 September 2012 23:38 WIB
 
3
1025
RUSAK – Jalan menuju komplek translok Cipangrumasan rusak.
FOTO: IGUN GUNAWAN/SUMEKS

CISITU – Sedikitnya 40 dari 305 rumah di kawasan transmigrasi lokal (translok) di Blok Cipangrumasan, Desa Linggajaya, Kecamatan Cisitu, Kabupaten Sumedang, kondisinya kini memprihatinkan. Lokasi translok yang baru dihuni seorang penghuni itu, bahkan banyak yang mengatakan sebagai kawasan komplek hantu, karena tak ada yang mau menempati.

Ke-40 rumah tersebut menurut sumber Sumeks, kebanyakan mengalami rusak berat dibagian kontruksi bangunan imbas dari pondasi tanah yang ditempati belum stabil. Dihubungi melalui telepon selulernya, Kepala Desa Linggajaya, Ano Suwarno, membenarkan tentang adanya 40 rumah yang mengalai rusak berat tersebut.

“Iyah, ada sekitar jumlah segitu. Akhirnya jadi saya yang bingung, karena dulu sebelum jadi kades saya yang vokal untuk tak membangun perumahan di sana karena lokasinya yang labil, tapi sekarang ya mau gimana lagi, karena sudah ada serah terima mungkin sekarang tinggal pemiliknya saja yang memperbaiki bangunan tersebut,” ujar Kades Linggajaya, Ano Suwarno, kemarin.

Bahkan keinginan Kades Linggajaya tersebut, jika masyarakat di Ciumpleng tidak mau untuk menempati perumahan di lokasi translok, lebih baik menurutnya, diserahkan ke masyarakat di Linggajaya. “Iyah, inginnya seperti itu, sekarang listrik kan sudah mulai masuk, sebentar lagi air bersih juga masuk,” lanjut Ano.

Selain bangunan, infrastruktur seperti jalan menuju kawasan komplek perumahan pun sudah mulai rusak. Tak hanya itu, Ano pun merasa khawatir jika musim penghujan turun, kawasan tersebut akan mengalami longsor. “Itu yang saya khawatirkan, terjadinya longsor pada saat musim penghujan nanti,” tambahnya.

Di tempat terpisah, Kasie Sosial Kecamatan Cisitu, Drs Soleh Suwendi, membenarkan tentang kondisi terakhir kawasan pemukiman yang diperuntukan untuk masyarakat Ciumpleng dalam kondisi memprihatinkan.

“Kami juga sudah menerima informasi, bahkan sudah melihat ke lokasi ada beberapa rumah yang telah mengalami rusak berat, bahkan boleh dikatakan sudah tidak laik huni lagi. Kondisi rumahnya kebanyakan pecah-pecah, bolong, ya dugaan kemungkinan karena tanah pondasinya yang belum keras tapi sudah ditempati,” ujar Kasie Sosial Cisitu, Drs. Soleh Suwendi.

Sementara menanggapi keingin Kepala Desa Linggajaya, yang mengharapkan adanya segera pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di kawasan tersebut, untuk menghindari longsor pada musim penghujan, Kasie Sosial mengaku pihaknya sudah melayangkan surat ke Bupati terkait hal tersebut.

“Kita juga merasa hawatir dengan kondisi bilamana musim penghujan datang, bisa saja terjadi longsor yang lebih besar, sebelumnya juga kan pernah terjadi. Makanya, kami sudah mengirimkan surat ke Bupati Sumedang yang tembusannya ke PU, Dinas Sosial, dan Distamben, untuk segera membangun TPT di lokasi translok Cipangrumasan,” pungkasnya.(ign)

3 COMMENTS