“Kawah Blogsphere”: Toleransi dan Pluralisme di Internet.

19 December 2010 19:44 WIB
 
0

Tapi ya memang inilah dunia blogsphere sesungguhnya. Satu dunia yang begitu beragam dan serba relatif. Bahkan nyaris chaotic. Di sana tak ada tafsir tunggal atas “kebenaran” ataupun standar moral yang  benar-benar diamini bersama. Semuanya menduduki tahap antara; tiada yang tuntas. Kemapanan dan absolutisme hanya ada dalam dunia ide si blogger atau netizen.

Sebagian kita pun khawatir dengan kenyataan ini. Dan itu bagi saya jamak. Sungguh berat menerima “dunia yang tak terkendali” di saat kita senantiasa mendambakan dunia “jinak” yang kuasa kita control dan kita “manfaatkan” sesuai dengan persepsi dan kepentingan pribadi.

Melihat seperti ini saya pun beranggapan bahwa dunia blogsphere ini semacam Kawah Candra Dimuka, satu medan latihan keras untuk menempa sikap toleransi dan menajamkan “rasa” pluralisme kita. Di sini, di kawah blogsphere, kita dituntut untuk tak gentar dengan perbedaan sekaligus tak jumawa dengan kebenaran pribadi yang dimiliki.

Sepertinya cetek? Tapi sebentar, mari kita amati bersama.

Adalah situs faithfreedom.org. Situs yang didirikan oleh yayasan bernama Faith Freedom Internasional yang dipelopori oleh Ali Sina, seorang ex muslim yang berasal dari Iran dan sekarang tinggal di Amerika. Situs ini berisi tulisan-tulisan yang mengkritisi dan membantah pandangan mapan dalam Islam. Bahkan lebih jauh, situs ini juga berisikan ajakan untuk meninggalkan agama Islam. Walau tak berhasil—situs ini hingga sekarang masih eksis—situs Faith Freedom pernah diserang oleh saudara-saudara netizen yang tak satu haluan dengan misi situs ini. Bukan hanya menyerang situs, mereka  pun menyebarkan gelombang penolakan ini dengan dengan hujatan-hujatan keras pada personal si pelopor. Sikap reaktif ini gamblang: mereka tak siap dengan perbedaan, apalagi perbedaan yang dikhotbahkan secara sistemik. Mungkin mereka berpikir bahwa ilmu dan pemikiran bisa meruntuhkan iman.

PROMO CONTENT
loading...