Wow, pemilihan Osis di SMKN Situraja pakai e-Vote

3 November 2016 13:17 WIB
 
0
Proses pemilihan dengan e-Vote
Pitriyani
Proses pemilihan dengan e-Vote

SUMEDANGONLINE: Sistem digital berbasis aplikasi sudah diterapkan dalam pemilihan Ketua Osis di SMK Negeri Situraja. Para pemilih dapat dengan mudah melihat hasil begitu dia keluar usai melakukan hak pilih.
Aplikasi buatan siswa jurusan rekayasa perangkat lunak (RPL) SMK Negeri Situraja itu diberinama e-Vote. Deden Muhammad Furqon dan Mamur Mulyawan penggagas dan developer aplikasi berbasis website tersebut mengaku aplikasinya dapat dengan mudah dipelajari. Usai melakukan input data pemilih ke dalam database, sebanyak 20 siswa persatu kali putaran memberikan hak pilihannya terhadap jagoan yang mereka kehendaki untuk menjadi Ketua Osis.
“Sistem ini memang baru pertama kali digunakan,” ujar Mamur Mulyawan saat di konfirmasi.
Saat pembuatan aplikasi lanjut siswa kelas XII-RPL3 itu menghabiskan waktu selama seminggu. Dia menyebutkan aplikasi yang dibuatnya tersebut menggunakan bahasa pemograman PHP dengan database MySQL.
“Saya membuat aplikasi ini untuk mengurangi angka golput. Dan memudahkan dalam perhitungan data,” ujarnya.
Disinggung apakah dengan penggunaan sistem tersebut masih terjamin langsung, umum, bebas dan rahasianya. Dia memastikan data yang terinput kerahasiannya terjamin. Karena lanjut dia, id yang dimasukan ke dalam database tersebut bukan nis, tetapi id unik yang digenerate oleh sistem.
“Tetap masih luber, karena hanya id unik yang masuk. Sementara namanya tidak. Kalau pakai NIS atau nama, tentu akan ketahuan siapa milih siapanya,” tambahnya.
Lelaki bertubuh tambun itu, lebih lanjut menyebutkan hal kesulitan yang dihadapi saat dirinya melakukan coding. Meski demkian dirinya masih tetap mendapatkan bimbingan dari guru RPL. “Tetap kalau pas ada kesulitan mendapatkan bimbingan,” paparnya.
Menanggapi kreativitas dari siswanya tersebut, Wakil Kepala Bidang Kesiswaan Dedi Mulyadi SPd., memberikan apresiasi luar biasa, dia menyebutkan sistem e-Vote merupakan pengembangan dari sistem yang sebelumnya sudah dilakukan.
“Sebenarnya sistem seperti ini sudah pernah dilakukan, tetapi kalau dulu pakai barcode dan hanya satu perangkat lunak yang digunakan. Kalau sekarang, dengan berbasis website ini dalam satu kali putaran bisa dua puluh siswa, jadi lebih cepat,” kata Dedi Mulyadi.
Dedi pun mengaku bangga dengan kreativitas siswanya tersebut, karena semuanya dirancang oleh anak-anak RPL. Kedepannya lanjut Dedi, pihaknya tengah merancang sistem untuk ulangan siswa.
“Melihat antusias siswa. Tidak menutup kemungkinan sistem ulangan pun akan diterapkan secara digital, seperti UKG. Dan itu sudah dirancang, nanti soalnya akan acak diberikan pada siswa. Sebentar lagi sistemnya akan rampung,” ungkapnya.
Ditanya pengembangan ke depan ke lebih besar, penggunaab e-Vote untuk dipergunakan di pilkada atau Pilkades. “Tidak menutup kemungkinan, kalau pendidikan pemilihnya sudah tinggi pemahaman terhadap IT nya kalau sekarang kan melihat komputer aja terkadang masih asing. Tinggal bagaimana penguasaan IT pada masyarakat,” tambahnya.
Dia meyakini dengan sistem e-Vote secara cost lebih rendah dan yang terpenting terjamin kerahasiaan dan keamaanan sistemnya. Selain itu memudahkan dalam mengetahui hasil. ***