Wow! 1410 Pelajar Ikuti Peski

22 June 2016 14:51 WIB
 
0
Penutupan Peski Pusdai (10)
Penutupan Peski Pusdai (10)
loading...

SUMEDANGONLINE: Wakil Bupati H. Eka Setiawan menutup secara resmi kegiatan Pesantren Kilat Ramadan (Peski) yang digelar oleh Yayasan Pusat Da’wah Islam (Pusdai) Sumedang, Rabu (22/6), di Mesjid Al-Ikhlas, Komplek Islamic Centre Sumedang, Jalan Kutamaya.
Penutupan dihadiri pula oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumedang H. Hasen, Ketua Yayasan Pusdai H. Atje Arifin Abdullah, jajaran panitia Peski Ramadan, dan para pengajar. Penyerahan sertifikat kepada perwakilan santri-santriah oleh Wabup menandai penutupan.
Aep Suwito selaku panitia penyelenggara melaporkan, kegiatan yang dilaksanakan untuk mengisi Bulan Ramadan tersebut berlangsung selama sepuluh hari, dari 13 – 22 Juni 2016, di Komplek Islamic Centre.
Dilaporkan, jumlah peserta mencapai 1.410 orang mulai dari siswa-siswi SD, SMP, sampai SMA dan SMK.
“Saat pendaftaran, semula kami hanya membuka untuk 500 – 700 orang santri. Namun alhamdulillah melebihi yang diharapkan sampai 1.400-an,” ujarnya.
Ketua Pusdai H. Atje Arifin Abdullah menyampaikan, kegiatan tersebut dalam rangka menunjang salah satu Misi RPJMD yakni mewujudkan Sumedang yang agamis. “Dengan Peski ini kita berupaya bagaimana agar kehidupan beragama bisa menyentuh kalangan generasi muda,” ucapnya.
Menurutnya, Pekan Ramadan merupakan momentum untuk memperkuat aqidah sekaligus mendalami pemahaman agama terutama bagi para siswa sekolah. “Walau dalam waktu singkat, diharapkan mereka mendapatkan bekal keagamaan dan keimanan untuk menangkal arus globalisasi yang begitu masif,” katanya.
Secara khusus ia juga mengucapkan terima kasih kepada jajaran pengajar yang telah membekali para peserta dengan berbagai ilmu yang akan sangat berguna bagi kehidupan mereka.
Wabup H. Eka Setiawan atas nama Pemkab Sumedang menyampaikan terima kasih dan apresiasi baik kepada jajaran panitia maupun kepada para panitia atas digelarnya kegiatan tersebut. “Ini adalah kegiatan yang membanggakan, apalagi melihat jumlah patisipannya yang begitu banyak,” ucapnya.
Diharapkan kegiatan tersebut dapat membentengi generasi muda dari berbagai pengaruh negatif yang begitu gencar di masyarakat. “Mudah-mudahan menjadi benteng bagi anak-anak agar tidak mudah diintervensi oleh dampak negatif berbagai kemajuan khususnya teknologi,” tuturnya.
Ia juga mengusulkan agar metode pembelajaran yang digunakan selama Peski lebih komunikatif dan interaktif. “Biasanya kan metode yang digunakan berupa ceramah yang cenderung monoton. Mudah-mudahan ke depannya bisa dilakukan secara dua arah,” imbuhnya.
Wabup berencana agar kegiatan tersebut juga digelar di tiap-tiap kecamatan, tidak hanya berpusat di wilayah Sumedang kota. “Saya akan instruksikan ke para Camat agar di masing-masing wilayahnya digelar kegiatan seperti ini. Begitu juga kepada para Kepala Sekolah agar para siswanya wajib mengikuti kegaiatn ini,” ucap Wabup.(*/rls)