Warga Sabeulit sambut baik sistem jemput bola Disdukcapil

27 October 2016 21:35 WIB
 
0
Rombongan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil ke Desa Jemah.
Iwan Rahmat Purnama
Rombongan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil ke Desa Jemah.

SUMEDANGONLINE: Kepala Desa Jemah, Kecamatan Jatigede, Kabupaten Sumedang, Turyana, menyambut baik sistem jemput bola pelayanan publik yang dilakukan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sumedang yang langsung datang menemui warganya langsung.
Kepada reporter SumedangOnline, Turyana menyebutkan jika data kependudukan di wilayahnya pasca penggenangan Waduk Jatigede, 31 Agustus 2015 masih bermasalah. Per Agustus 20116 jumlah penduduka di desa tersebut berjumlah 1.807 jiwa atau 644 kepala keluarga, namun pasca penggenangan data kependudukan belum jelas.
“Untuk September (2015) dan selanjutnya data di desa ini belum jelas (data kependudukannya). Sebab ada yang sudah pindah ternyata belum juga membikin surat pindah. Kendalanya, belum jelas data kependudukannya. Masih banyak orang yang sudah pindah, sedangkan masih tercatat di Desa Jemah. Kan bingung, kalau dihilangkan di sini, takutnya di sana belum diterima, di sini sudah dihilangkan. Kan itu kasihan warga,” kata Kepala Desa Jemah, Turyana.
Dia berharap pihak Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil terus melakukan jemput bola ke lapangan, untuk melihat kondisi riilnya. “Saya sangat setuju, dan bersyukur. Sebab supaya tertib administrasi khususnya kependudukan dan itu memang yang diinginkan. Supaya langsung Dinas Kependudukan ke lapangan tahu apa adanya di Desa Jemah ini yang sebenarnaya,” tambahnya.
Apalagi dengan kendala jarak antar dusun yang berjauhan, dia sangat berharap Disduk terus melakukan jemput bola secara berkesinambungan. “Kan Desa Jemah itu jauh ke kota khsususnya terkait pelayanan. Satu contoh, membuat kartu keluarga, surat-surat keterangan yang lain, KTP dan sebagainya. Mohonlah dipermudah, walaupun ada kategori gratis. Gratis itu ukuran di dinas, kalau dari Jemah ke Sumedang itu berapa kilo dan jalan antar dusunnya juga berjauhan, itu kan jelas. Jadi kesulitan juga. Sampai sekarang belum bisa tuntas urusan pencatatan itu, belum jelas, belum tertib, karena masih banyak kesulitan-kesultan yang masih dialami. minta pelayanan langsung ke lapangan seperti sekarang,” tutupnya.
Kepala Dusun Sabeulit, Rahwa, membenarkan data yang baru terdaftar di dusunnya berkaitan dengan data kependudukan baru 25 persen, sisanya masih belum jelas. Menurut Rahwa, jumlah 164 kepala keluarga di wilayahnya berasal dari Dusun Lontong, yang sudah tergenang dan berpindah ke Dusun Sabeulit.***