Warga Ciherang usulkan direlokasi masih di wilayah desanya

19 October 2016 22:52 WIB
 
3
Kepala Desa Ciherang, Kecamatan Sumedang Selatan, Iwan Gunawan
Iwan Rahmat Purnama
Kepala Desa Ciherang, Kecamatan Sumedang Selatan, Iwan Gunawan

SUMEDANGONLINE: Pemerintah dan warga Desa Ciherang, yang terkena bencana alam tanah longsor, berharap pada Pemerintah Kabupaten Sumedang untuk di relokasi ke wilayah yang masih berada di wilayah desanya. Pasalnya, di desa tersebut terdapat tanah kas desa seluas lebih kurang 52 Ha, yang bisa dimanfaatkan.
Warga Desa Ciherang, Ato Bes, membenarkan tentang keinginan pemerintah desa dan sebagian besar warga tersebut. Hal itu mencuat setelah adanya indikasi, jika warga yang berada di kawasan Singkup hingga ke batas kota, harus segera di relokasi.
“Nah, dalam hal ini. Sebagai warga Desa Ciherang, mempertahankan untuk kredibilitas relokasi tersebut. Supaya tidak banyak warga yang artinya keluar daripada Desa Ciherang sendiri. Kita, warga Ciherang dan Pemerintahan Desa Ciherang, mempertahankan untuk lebih efektif, supaya warga yang di Ciherang, yang akan direlokasi ini akan tetap berada di wilayah desa Ciherang,” kata Ato Bes pada reporter SumedangOnline.
Lanjutnya, hingga kita Pemerintahan Desa Ciherang sedang berupaya untuk bisa merealisasikan relokasi tersebut, untuk tetap berada di wilayah desanya, untuk tidak terlalu banyak pemindahan warga ke luar desa. “Dalam hal ini sedang berupaya, untuk menentukan titik-titik mana yang sekiranya bisa diajukan kepada pemerintah daerah wilayah Desa Ciherang, atau menggunakan aset Desa Ciherang,” ungkapnya.
Senada dikatakan Kepala Desa Ciherang, Kecamatan Sumedang Selatan, Iwan Gunawan, ia berharap pemerinta dapat memperhatikan kondisi saat ini di wilayah desanya. Apalagi, sebut dia, di wilayahnya masih ada tanah kosong seluas 52 Ha dan bisa dipergunakan untuk dijadikan lahan relokasi bagi warga yang terkena bencana.
“Sekitar 36 Ha di arah timur Desa Ciherang, kemudian ditambah lagi disebalah baratnya ada sekitar 16Ha, totalnya itu sekitar 52 Ha. Ada yang disebut pangangonan di daerah Ciawilarangan dan daerah Rancamaya. Akan saya coba ajukan dan diusulkan kepada pemerintah kabupaten, supaya ya memperhatikan juga apa yang menjadi ajuan dan usulan kami,” pungkasnya. (iwn)

3 COMMENTS