Ustadz Solmed Ceramah di PDAM

24 August 2016 12:33 WIB
 
2
FOTO BERSAMA: Sekda Sumedang, H Zaenal Alimin (tiga dari kanan) dan Ustadz Soleh Mahmoed Nasution (Solmed) berfoto bersama sesaat sebelum tausyiahdi Kantor PDAM Tirta Medal Sumedang.
Humas Setda Sumedang
FOTO BERSAMA: Sekda Sumedang, H Zaenal Alimin (tiga dari kanan) dan Ustadz Soleh Mahmoed Nasution (Solmed) berfoto bersama sesaat sebelum tausyiahdi Kantor PDAM Tirta Medal Sumedang.

SUMEDANGONLINE: Ustadz Soleh Mahmoed Nasution yang dikenal dengan Ustadz Solmed hadir di Kantor PDAM Tirta Medal Sumedang, Cimalaka, untuk memberikan taushiah di hadapan para pejabat dan pegawai PDAM Tirta Medal dalam rangka memperingati HUT ke-71 Kemerdekaan Republik Indonesia, Selasa (23/8).
Tabligh akbar dihadiri pula oleh Sekretaris Daerah H. Zaenal Alimin, perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan daerah Kabupaten Sumedang, Dewan Pengawas PDAM Tirta Medal, dan masyarakat umum.
Dalam taushiahnya Ustadz Solmed mengajak hadirin untuk mengisi kemerdekaan dengan bersyukur kepda Allah SWT. “Orang yang bersyukur memandang apa yang ada dalam dirinya, termasuk kemerdekaan, adalah nikmat yang diberikan Allah SWT kepadanya. Oleh karena itu, ciri orang yang bersyukur adalah mau beribadah,” ujarnya.
Dikatakan, selain hasil perjuangan dan pengorbanan para pahlawan, kemerdekaan hakikatnya merupakan rahmat Allah SWT kepada bangsa Indonesia. “Apabila Allah sudah sayang kepada suatu umat, jangankan diminta, tidak diminta pun Allah akan merahmati mereka. Apalagi kemerdekaan ini diminta dan diperjuangkan. Tentu Allah pun rela memberikannya,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan akan bahaya penjajahan yang sifatnya laten berupa nafsu dan syahwat. “Kita memang sudah merdeka secara fisik. Namun secara batin masih banyak yang terjajah oleh hawa nafsunya. Bentuknya pun bermacam-macam. Contohnya ketika panggilan salat datang, kita masih dijajah dengan kesibukan kita masing-masing,” paparnya.
Kunci bersyukur, lanjutnya, adalah dengan menikmati apa yang ada dan membandingkannya dengan kondisi yang lebih rendah di bawah dirinya. “Syukuri apa yang ada. Masih banyak orang lain yang keadaannya jauh di bawah kita. Itulah kunci syukur,” ucapnya.