Ternyata Pemprov Anggarkan Rp 40 M untuk OTD, Tapi Tak Diserap

1 June 2016 22:23 WIB
 
2
Ternyata Pemprov Anggarkan Rp 40 M untuk OTD, Tapi Tak Diserap
Ternyata Pemprov Anggarkan Rp 40 M untuk OTD, Tapi Tak Diserap

BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat, ternyata sudah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan infrastruktur di wilayah terdampak Bendungan Jatigede, nilainya pun tak tanggung-tanggung Rp 40 miliar. Sayangnya nilai sebesar itu, tak dapat diserap pemerintah Kabupaten Sumedang.
“Sudah dianggarkan Rp 40 Miliar dan siap untuk diserap. Namun pihak Pemkab Sumedang tidak melakukan itu. Sehingga dana yang semestinya bisa untuk membangun infrastruktur, sekolah, saluran air dan lainnya jadi tak terserap. Dan dana tidak bisa dipindahkan ke Tahun Anggaran 2016 ini,” kata Kepala Biro Keuangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Dra. Hj. Nurdialis M.Msi, saat beraudensi dengan Masyarakat Peduli Sumedang (MPS) di Gedung Sate, siang tadi.
Disinggung, apakah ada peluang dana tersebut bisa dicairkan. Kepala Biro yang biasa dipanggil Bu Lis ini, menyebutkan masih ada kesempatan untuk tetap bisa mencairkannya nanti di Tahun anggaran 2017.
“Rekan-rekan MPS, bisa membantu untuk mengawal dan mendampingi agar Pemkab Sumedang mau mengurus secara serius untuk anggaran tersebut. Dana 40 miliar bisa digunakan khusus untuk OTD nantinya, sayang jika tidak diambil,” katanya.
Koordinator MPS, Tonis S. Liman, meminta agar pihak Pemkab Sumedang benar-benar pintar mengambil kesempatan tersebut, karena sebut dia, uang sebesar itu sayang jika diabaikan.
“Ini hanya masalah mau atau tidak Pemkab Sumedang mengurus warga OTD, sangat disayangkan ketika dana yang sudah ada tidak diambil hanya karena malas mengurus. Aneh sekali,disaat butuh dan sudah disediakan malah tidak diambil,” tegas Liman.
Untuk itu MPS akan mendorong dengan mengagendakan bertemu Wabup Eka Setiawan agar dapat membantu solusi yang sangat ditunggu warga OTD itu. (ton)

2 COMMENTS

  1. Coba pertajam beritanya…. Apa alasan tdk diserapnya anggaran tsb….? Apakah karena ke tdk becusan Pemda smd …? Kalau itu masalahnya … Berarti ke tdk becusan Pemimpin dlm menata Program termasuk pengelolaannya apalagi utk kepentingan OTD yg saat ini sedang sekarat… Pemimpin semacam ini tak layak di pertahankan….