Ssst ada yang cemburu. Sudah sebulan bencana alam, baru didata ulang

3 November 2016 06:01 WIB
 
1
Penampakan udara lokasi longsor Ciherang, Kecamatan Sumedang Selatan.
Istimewa
Penampakan udara lokasi longsor Ciherang, Kecamatan Sumedang Selatan.

SUMEDANGONLINE: Kurang dari seminggu ini pihak Kelurahan Pasanggrahan Baru kembali menggelar pendataan ulang. Masalahnya, ada warga yang cemburu karena ada warga yang tidak terkena bencana bisa mendapatkan perhatian dari pemerintah padahal rumahnya masih utuh dan tegak.
Meski bencana sudah lewat dari sebulan, pendataan terus terus dilakukan. Satu persatu rumah yang terkena bencana alam didata kembali khususnya di RW 10, Lingkungan Anjung, dan RW 11 Lingkungan Cimareme, pendataan dilakukan bersama Babinsa, Kamtibmas, serta RW dan RT setempat.
Enung, warga di RT 02 RW 11 Lingkungan Cimareme, membenarkan jika dirinya merasa cemburu. Karena, kata dia, ada warga yang tidak terkena bencana bisa mendapatkan berbagai fasilitas dari pemerintah. “Ka bumi ibu teh pami hujan ageung sok banjir ka lebet sapertos Cipeles. Pami longsor oge nya ka teuanan ibu, ieu kan aya solokan dua panginten banjir. Kumaha ibu pami hoyong direlokasi ka Ujungjaya, tiasa teu, kituu. Ma enya anu teu kalalongsoran anu ditaronggoh tiasa arangkat kaditu netep. Ari ibu anu bahaya, malah diantep wae didieu. Panglereskeun ieuh pamarentah,” kata Enung pada reporter SumedangOnline.
Ketua RW 11 Lingkungan Cimareme, Yaya Surya, menyambut baik kedatangan dari pihak kelurahan bersama jajaran lainnya untuk melakukan pendataan ulang, hal itu kata dia agar tidak terjadi kecemburuan sosoal sehingga yang akan mendapatkan bantuan dari pemerintah tepat sasaran. (iwn)