Siswa MA YKDC belajar di alam tanah berkah

21 October 2016 21:58 WIB
 
0
Para siswa MA YKDC
Dede
Para siswa MA YKDC

SUMEDANGONLINE, DARMARAJA – Sejumlah siswa Madrasah Aliyah Yayasan Kiai Demang Cipaku (YKDC) menggelar acara study tour ke lokasi perkebunan cabai bukit Pasir Aweng di Desa Karang Pakuan, Kecamatan Darmaraja. Perkebunan cabai tersebut terletak di pesisir bendungan Jatigede, hingga menjadi suatu daya tarik tersendiri. Karena memiliki suasana pemandangan yang indah dan udara sejuk.
Tak heran jika para siswa itu pun terlihat antusias, memperhatikan suasana alam yang ada di kawasan itu. Mereka juga tampak, memperhatikan proses penanaman cabai dari mulai proses menyemai benih hingga menempatkannya pada media tanam.

Lokasi perkebunan cabai bukit Pasir Aweng di Desa Karang Pakuan, Kecamatan Darmaraja.
Lokasi perkebunan cabai bukit Pasir Aweng di Desa Karang Pakuan, Kecamatan Darmaraja.
Terlihat, Surono, guru mata pelajaran geografi pada sekolah tersebut, terus memberikan penjelasan pada anak didiknya proses demi proses dari penanaman cabai. “Sengaja mengajak anak-anak ke sini, untuk study tour dimaksudkan agar siswa bisa lebih kenal dan cinta kepada alam. Khususnya di bidang pertanian, sehingga apabila mereka kelak lulus dari sekolah bisa bertani dan berwira usaha,” ujar Surono.
Ia pun mengaku prihatin dengan banyaknya anak-anak muda yang tidak tertarik untuk bertani, padahal sebut dia, hasil bertani itu bisa mendapatkan untuk lebih besar dan meminimalisir pengangguran.
“Iya, sekarang ini banyak pemuda di perkampungan tapi sudah mulai tidak tertarik untuk bertani padahal dari hasil bertani kita bisa mendapatkan keuntungan dan dapat meminimalisir angka penganguran,” ungkapnya.
Sekolah yang terletak di pesisir bendungan Jatigede ini juga, selalu menerapkan pendidikan tentang alam sekitar dan keadaan sosial. Para murid pun mengaku senang dengan adany kegiatan seperti itu.
Perkebunan yang dikelola sebagian warga Karangpakuan itu, memiliki area yang cukup luas tidak hanya cabai di situ juga di tanami jenis sayur lainnya seperti caisim dan sawi.
Kepala Sekolah Madrasah Aliyah, Aseng Sirojudin, menyebutkan kegiatan tersebut sebagai bagian dari memperkenalkan alam pada siswa.
“Kita ingin mencetak siswa yang berprestasi di bidang pendidikan dan agama. Tidak hanya itu, mereka pun harus bisa belajar mengenal alam. Seperti pertanian perkebunan peternakan untuk bekal mereka kelak,” ujarnya.
Senada para murid pun berharap kegiatan study tour ini agar sesering mungkin supaya semakin bertambah wawasan dan pengetahuan. (dede)