Sedang berlangsung di Kemenpora, wawancara online pemilihan pemuda kreatif

24 October 2016 10:37 WIB
 
0
Proses wawancara online.
Humas Menpora
Proses wawancara online.

SUMEDANGONLINE: Proses Pemilihan Duta Pemuda Kreatif 2016 sedang berlangsung. Setelah resmi dibuka pendaftaran online dari tanggal 5-16 Oktober lalu, proses seleksi kini dilanjutkan dengan tahap wawancara terhadap peserta.  Bertempat di Ruang Anggrek, Wisma Menpora, Kementerian Pemuda dan Olahraga, wawancara dilakukan dalam dua hari yaitu tanggal 22 dan 24 Oktober 2016, untuk memilih peserta yang akan mengikuti proses pembekalan sebelum dikukuhkan sebagai Duta Pemuda Kreatif 2016.
“Kami sangat senang melihat respon luar biasa dari peserta yang mendaftar. Dalam waktu hanya 2 pekan, kami menerima sekitar 50 aplikasi dari berbagai daerah di Indonesia. Semua tahapan seleksi dilakukan secara online melalui website kami www.gnpk.online dan menggunakan sosial media,” jelas Eny Budi Sri Haryani, Asisten Deputi Peningkatan Kreativitas Pemuda yang menginisiasi kegiatan ini.
Peserta yang menjalani tahap wawancara online ini sebelumnya telah lulus dalam proses seleksi administrasi yang dilakukan oleh tim juri yang berjumlah 7 orang, yang berasal dari kalangan tokoh profesional bidang kreatif dan internal Kemenpora. Tim Juri tokoh profesional kreatif, berasal dari praktisi media, manajemen event, praktisi humas dan perwakilan komunitas anak muda kreatif bidang IT dan dari anakmuda.net.
Lebih jauh Eny mengatakan proses pemilihan duta pemuda kreatif memiliki sejumlah persyaratan yang cukup ketat dan detil. Saat mendaftar, selain mengisi kelengkapan data, peserta juga diminta menyiapkan sebuah proposal program dan rencana implementasi kegiatan jika terpilih sebagai Duta Pemuda Kreatif 2016.
“Sangat menyenangkan untuk mendengarkan berbagai konsep kreatif yang ditawarkan oleh pemuda dari berbagai daerah. Sebagai contoh ada peserta dari Kendari yang muncul dengan gagasan pemberdayaan ibu-ibu denga memanfaatkan barang-barang bekas untuk dibuat handycraf, ada pula peserta dari Kalimantan Tengah yg memiliki komunitas kreatif dalam skala kecil yg dia ingin kembangkan. Ada pula anak muda asal Belitung yang mengembangkan konsep menggiatkan pariwisata yang mengangkat nilai budaya dan kearifan lokal, hingga peserta asal Lampung yang menggagas aplikasi berbasis android untuk mengenalkan seni dan budaya daerahnya untuk siswa sekolah dasar dan sebagainya. Kepada peserta, juga diberikan wawancara dalam bahasa Inggris untuk mengetahui kemampuan bahasa Inggris calon Duta Pemuda Kreatif 2016,” papar Eny.
Dari wawancara online ini nantinya akan dipilih 10 peserta terbaik yang akan diikutkan dalam kegiatan pembekalan di Kemenpora. Dalam proses pembekalan pesertaakan diberikan materi yang berasal dari para professional dan tokoh-tokoh kreatif yang akan mematangkan para pemuda kreatif ini dalam mengimplementasikan gagasannya di dalam masyarakat. Duta Pemuda Kreatif 2016 yg terpilih nanti, juga akan berperan untuk mengembangkan jejaring komunitas pemuda kreatif untuk menggerakkan para pemuda kreatif diwilayah provinsinya, untuk kemudian menjadi ujung tombak suksesnya pelaksanaan “Gerakan Nasional Pemuda Kreatif”.
Perwakilan dari Tim Juri, Swasti Astra mengatakan proses seleksi ini merupakan pogram yang harus terus dikembangkan oleh pemerintah. Karena saat ini menurutnya anak muda yang kreatif di Indonesia  jumlahnya banyak namun ruang untuk mengekspresikan kreativitas itu jumlahnya masih terbatas.
“Duta Pemuda Kreatif 2016″ yang terpilih akan menjalankan tugas untuk melibatkan banyak komunitas anak-anak muda di daerahnya masing-masing, sehingga butuh lebih banyak dukungan dari pihak Pemerintah untuk memfasilitasi kegiatan serupa,” jelas Swasti yang juga kerap menjadi juri dan terlibat dalam pengembangan program program kreativitas tingkat nasional.
Program Pemilihan Duta Pemuda Kreatif 2016 bertujuan untuk menemukan pemimpin muda kreatif dari seluruh Indonesia dari berbagai disiplin ilmu, seperti, seni musik, film, kuliner, IT dan sebagainya. Duta Pemuda Kreatif 2016 ini nantinya akan membantu memimpin gerakan kreatif yang akan membuat Indonesia lebih kompetitif di masa depan sementara untuk tujuan jangka pendeknya adalah munculnya produk produk kreatif di kalangan pemuda yang dapat menciptakan lapangan pekerjaan dan mengurangi jumlah pengangguran, penyalahgunaan narkotika, terlibat terorisme dll di kalangan anak muda.(*/rls)