Prospek Jagung Menjanjikan

22 March 2016 23:21 WIB
 
0

SUMEDANGONLINE, Bandung – Para petani jagung di Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, berharap April mendatang dapat menanam kembali jagung.
Pasalnya, untuk pasaran jagung di Provinsi Jawa Barat (Jabar) sangat bagus. Meskipun belum bisa menutupi kebutuhan jagung di Jabar.
Para petani berharap, janji yang disampaikan oleh Kementerian Pertanian akan memberikan bantuan bibit saat panen raya pekan kemarin, Rabu (16/3) di Desa Margaasih, Kecamatan Cicalengka, segera terealisasi.
“Pasaran jagung di Jawa Barat masih bagus. Namun, belum bisa menutupi kebutuhan jagung di Jabar,” ujar Ketua Kelompok Tani Sugih Mukti, Ajang ,51, ditemui dikediamnnya Kampung Ciseureuh Girang, Desa Margaasih, Kecamatan Cicalengka Selasa (22/3).
Ajang mengungkapkan, para petani jagung di Kecamatan Cicalengka sudah kehabisan stok bibit. Bahkan, kondisi kehabisan bibit pun terjadi di seluruh Indonesia.
Ajang menjelaskan, biasanya para petani jagung di Cicalengka setelah panen langsung menanam kembali di lahannya masing-masing. Karena, biasanya sejumlah petani masih memiliki stok bibit dari tahun sebelumnya.
“Sebanyak 60 Gapoktan di Kecamatan Cicalengka menunggu bantuan bibit jagung, karena setelah panen raya para petani belum lagi menanam jagung,” ungkapnya.
Ajang menyebutkan, pihak kementerian bilang kalau sudah panen harus langsung di tanami lagi. “Sekarang bagaimana mau menanam? bibitnya aja belum kami terima,” ujarnya.
Menurut Ajang, para petani merasa keberatan jika harus membeli benih karena harganya cukup mahal. Seperti, bibit jagung cap kapal terbang harganya memcapai Rp 90 ribu per kilogram, sedangkan bibit jagung hibrida mencapai Rp 60 ribu per kilogramnya.
“Saat ini harganya mahal, karena susah bibit jagungnya. Jadi kami menunggu kapan bibit akan diberikan kepada petani? Kalau ditanam dari jagung yang dipanen hasilnya akan jelek,” katanya.
Ajang menjelaskan, untuk menanami lahan
Ajang menjelaskan, untuk menanami lahan seluas 1 hektare, para petani membutuhkan sekitar 15 kilogram bibit jagung. Padahal, di Cicalengka sendiri kebutuhan bibit jagung mencapai 18.750 kilogram.
“Luasnya 1.250 hektare lahan kering, jadi sekitar 18 ton lebih bibit yang dibutuhkan. Tapi, biasanya turunnya juga setengahnya,” kata Ajang.
Menurut Ajang, para petani jagung kemungkinan besar akan beralih menanam singkong. Jika bantuan bibit terlambat
“Kalau tidak segera ditanami, maka akan ketinggalan. Sekarang lahan kan sudah siap, mumpung masih hujan. Dari satu hektare lahan, tanti panennya bisa mencapai 8 ton. Jadi sebaiknya bibit dipercepat ke petani,” pungkasnya.