Presiden di Natuna, Tegaskan Kedaulatan Republik Indonesia

23 June 2016 17:28 WIB
 
0
Menko Polhukam Luhut B. Pandjaitan dan Menlu Retno Marsudi didampingi sejumlah menteri memberi keterangan pers, di atas KRI Imam Bonjol, yang berlayar di Natuna, Kamis (23/6) siang. (Foto: NIA/Humas)
Menko Polhukam Luhut B. Pandjaitan dan Menlu Retno Marsudi didampingi sejumlah menteri memberi keterangan pers, di atas KRI Imam Bonjol, yang berlayar di Natuna, Kamis (23/6) siang. (Foto: NIA/Humas)
loading...

Kehadiran Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang sekaligus memimpin rapat terbatas di atas KRI Imam Bonjol , di Perairan Natuna, merupakan penegasan bahwa pulau tersebut merupakan wilayah kedaulatan Republik Indonesia (RI). Presiden pun meminta agar ekonomi di Pulau Natuna dikembangkan, terutama yang terkait dengan perikanan dan migas.
“Masalah ekonomi dan masalah kedaulatan, itu saja. Jadi tadi saya pikir kita tidak ingin ada (yang) menganggu stabilitas keamanan di kawasan,” kata Menko Polhukam Luhut B. Pandjaitan saat ditanya wartawan mengenai arahan Presiden Jokowi dalam rapat terbatas, di atas KRI Imam Bonjol, di perairan Pulau Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, Kamis (23/6) siang.(setkab)