Presiden buka Pekan Olahraga dan Seni Pondok Pesantren Nasional

23 October 2016 10:47 WIB
 
0
Presiden RI, Joko Widodo, saat membuka Pekan Olahraga dan Seni Pondok Pesantren Nasional
Humas Kemenegpora
Presiden RI, Joko Widodo, saat membuka Pekan Olahraga dan Seni Pondok Pesantren Nasional

Pekan Olahraga dan Seni Pondok Pesantren Nasional (Pospenas) VII Tahun 2016/1438 Hijiriah resmi dibuka Presiden Joko Widodo didampingi Menko PMK Puan Maharani, Menpora Imam Nahrawi, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan Gubernur Provinsi Banten Rano Karno di Stadion Maulana Yusuf Serang, Banten, Sabtu (22/10/2016) malam. Pada sambutannya Presiden Joko Widodo mengucapkan selamat merayakan Hari Santri Nasional yang pertama. 
“Saya melihat hampir di seluruh pondok pesantren di seluruh Indonesia semua merayakan Hari Santri, saya mengajak semua untuk kembali menemukan api semangat yang berkobar saat 71 tahun yang lalu ketika KH Hasyim Asy’ari menyampaikan resolusi jihat yang mampu membakar semangat para santri untuk melawan penjajah,” ujar Presiden.
Menurut Presiden melalui resolusi jihat para santri berjuang bersama elemen bangsa lain untuk membela tanah air. “Semenjak itu sejarah mencatat santri telah mewakafkan hidupnya untuk mempertahankan dan mewujudkan cita cita kemerdekaan, api semangat tidak boleh padam dalam membentuk semangat kemerdekaan ke-Indonesiaan para santri di seluruh penjuru tanah air untuk menghadapi tantangan di era kemerdekaan seperti kemiskinan, kebodohan, ketimpangan sosial,” papar Presiden.
“Kekuatan kita sebagai bangsa yang besar yang diperhitungkan bangsa lain adalah semangat jihad kebangsaan, semangat cinta tanah air yang telah digariskan para ulama pendahu, saya berharap para santri berlomba-lomba meningkatkan kemampuan diri dalam mengasah ilmu pengetahuan, teknologi serta berprestasi di bidang olahraga, seni dan budaya,” pesan Presiden.
Sementara itu Menpora Imam Nahrawi menilai pelaksanaan Pospenas adalah bentuk kolaborasi yang baik semua kementerian yang berkepentingan di bidang olahraga yang saling mendukung. “Pelaksanaan Pospenas ini bentuk penghargaan bagi santri yang bertepatan puncak Hari Santri Nasional juga seiring semangat Presiden agar generasi muda semua kalangan di pondok pesantren digali dimanfaatkan potensinya dalam bidang olahraga dan kesenian agar menjadi tolak ukur peningkatan sumber daya manusia sehingga lahir atlet berprestasi dari pondok pesantren,” ucap Menpora.
Menpora berharap adanya talent scouting yang melihat para pemenang dari Pospenas menuju prestasi diatasnya. “Saya berharap mereka tidak berhenti di Pospenas tetapi kedepan mereka mampu mewakili Indonesia diajang internasional, semua yang berprestasi nantinya akan kita salurkan semisal O2SN, hingga mendapat formula yang tepat menarik mereke ke pelatnas,” harap pria asal Bangkalan Madura ini.
Sebelumnya Gubernur Provinsi Banten Rano Karno merasa bangga Provinsi Banten ditunjuk menjadi tuan rumah Pospenas VII/2016. “Atas nama masyarakat dan Pemprov Banten kami ucapkan terima kasih, kami berupaya menyiapkan fasilitas, sarana dan prasarana pendukung untuk pertandingan Pospenas ini dengan baik, selamat datang di Bumi Surosowan, semoga melalui Pospenas ini para santri akan lebih mengenal kondisi budaya Provinsi Banten,” ujarnya.
Menurutnya, Pospenas sangat relevan dalam mendukung upaya Pemprov Banten merealisasikan, mengembangkan pendidikan keagamaan dan mendapat respon positif semua pihak.
“Pospenas yang bertepatan dengan momentun Hari Santri Nasional Pertama pada 22 Oktober 2016 menunjukkan bahwa santri memiliki potensi di bidang olahraga dan seni guna mengembangkan khasanah budaya bangsa dan membangun manusia sehat iman taqwa serta berdaya saing tinggi,” imbuhnya.
Pospenas lanjutnya sangat sesuai dengan revolusi mental yang dicanangkan Presiden Jokowi dengan memberikan kontribusi positif bagi negara, agama dan bangsa. “Mari kita menjadi tuan rumah yang baik melayani dengan baik semoga Allah melipat gandakan kebaikan kita, selamat bertanding semoga Allah memberikan bimbingan kepada kita semua,” tutupnya.
Pospenas ke-7 di Bumi Surosowan Banten akan berlangsung hingga tanggal 28 Oktober mendatang, diikuti 6.000 santri dari 34 provinsi seluruh Indonesia dengan mempertandingkan 11 cabang olahraga, di antaranya sepak bola, atletik, bola basket, bola voli, bulu tangkis, futsal, sepak takraw, tenis meja, pencak silat, senam santri dan panahan.
Tak hanya mempertandingkan cabang olahraga, pembukaan Pospenas juga  mempertandingkan 14 cabang olahraga seni di antaranya seni teater, kasidah, hadrah, stand-up comedy, pidato tiga bahasa, seni lukis Islami, cipta puisi, kaligrafi hiasan mushaf Alquran, kriya, fragmen, pakeraf dan fotografi Islam.
Pembukaan Pospenas kali ini juga dimeriahkan tarian dan drum band dari Gita Surosowan, berupa tarian kolosal seribu santri dengan tema ‘Rembulan Bersinar di Tanah Surosowan’. Juga penampilan shalawat badar yang diikuti 6.000 santri. (ben)